Lumbung Mataram Kalurahan Purwosari di Kulonprogo Mengoptimalkan Pertanian dan Peternakan Warga
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
Ilustriasi arus lalu lintas mudik lebaran. Harian Jogja/Andreas Yuda Pramono
Harianjogja.com, KULONPROGO—Dinas Perhubungan (Dishub) Kulonprogo tengah melakukan pemetaan terhadap arus lalu lintas mudik lebaran nanti di wilayahnya. Prakiraannya jalan jalur lingkar selatan (JJLS) akan lebih ramai digunakan pemudik pada 2025 ini.
Sebabnya Jembatan Pandansimo kemungkinan akan dibuka untuk umum saat lebaran nanti. Kepala Seksi Operasional dan Pengendalian Bidang Lalu Lintas Dishub Kulonprogo, Bekti Nurada menjelaskan ramainya JJLS itu kemungkinan didominasi kendaraan luar daerah.
BACA JUGA : Mudik Lebaran 2025, Survei Kesiapan Jalan di Gunungkidul Segera Dilakukan
Kendaraan luar daerah yang melintasi JJLS saat mudik lebaran, jelas Bekti, kemungkinan dari arah barat yaitu Purworejo, Jawa Tengah. “Pengalaman lebaran sebelumnya kebanyakan kendaraan luar daerah masuk ke DIY lewat perbatasan Kulonprogo ini kalau dari barat, kemungkinan tambah banyak yang lewat JJLS,” katanya.
Kondisi itu sudah disiapkan dengan akan menambah rambu-rambu lalu lintas agar keselamatan pengendara saat mudik terjaga. “Kalau tantangan kami pada arus mudik lebaran justru menekan tingkat kecelakaan, bukan macet. Ini kami upayakan dengan menambah rambu-rambu yang ada agar jadi perhatian bersama,” terang Bekti.
Titik rawan kecelakaan selama arus mudik, lanjut Bekti, berada di sepanjang Jalan Nasional Wates, dari Kapanewon Temon hingga Sentolo. “Kalau jalur alternatif yang cukup ramai itu Jl. Sentolo-Kalibawang yang longsor kemarin, lalu Jl. Toyan-Panjatan untuk yang ke selatan dari Jl. Wates,” ungkapnya.
BACA JUGA : Jelang Arus Mudik Lebaran 2025, Dishub Sleman Petakan Jalur Alternatif
Koordinasi dengan sektor lain akan dilakukan Dishub Kulonprogo pada Rabu (12/3/2025) ini untuk memaksimalkan persiapan arus mudik lebaran. “Sudah kami undang dari berbagai lembaga, seperti Polres, Satpol PP, BPBD, dan lainnya agar bisa mempersiapkan momen ini bersama-sama,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
AQUA resmi bubar setelah 30 tahun berkarier, menutup era musik pop dunia dengan warisan lagu “Barbie Girl”.
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Daerah Istimewa Yogyakarta terus berkomitmen untuk mendekatkan sarana pelayanan kepada masyarakat luas.
Chery dan BYD mengkaji potensi kenaikan harga mobil di Indonesia akibat pelemahan rupiah dan tekanan biaya produksi.
Panduan membaca hasil TKA Kemendikdasmen agar peserta didik memahami makna skor dan kategori penilaian akademik.
Dinas Kebudayaan (Disbud) Bantul kembali menggelar kegiatan Internalisasi Kesejarahan melalui Pembinaan Komunitas.