Puncak Kemarau Agustus, Warga Gunungkidul Diminta Hemat Air
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Ilustrasi Ibadah Haji - StockCake
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Calon jemaah haji asal Gunungkidul mulai melunasi biaya perjalanan ibadah di 2025. Tahun ini total ada 261 calon jemaah haji yang diberangkatkan ke Tanah Suci.
Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Kemenag Gunungkidul, Taufik Ahmad Soleh mengatakan, pelunasan biaya perjalanan ibadah haji di tahun ini ditutup Jumat (14/3/2025). Meski demikian, belum semua calon membayar biaya pelunasan yang mencapai Rp28,1 juta.
Secara total, biaya perjalanan ibadah mencapai Rp89,5 juta. Setiap, calon telah membayar biaya pendaftaran sebesar Rp25 juta.
Selama proses menunggu pemberangkatan akan ada subsidi dari nilai manfaat yang ditetapkan tahun ini sebesar Rp33,9 juta dan nilai manfaat virtual account sebesar Rp2,2 juta.
“Jadi, tinggal membayar Rp28,1 juta agar dapat berangkat ke Tanah Suci,” kata Taufik saat dihubungi, Kamis (13/3/2025).
BACA JUGA: Satu Calon Haji Kena TBC
Menurutnya, masih ada kesempatan bagi calon jemaah haji untuk melunasi. Pasalnya, dari 261 calon yang akan berangkat, sudah melunasi sebanyak 218 orang dan 43 jemaah belum membayar.
“Masih ada waktu untuk pembayaran. Kami juga sudah membuat surat pemberitahuan agar segera melunasi,” katanya.
Meski ada batas waktu pembayaran hingga Jumat, Rencananya ada pembayaran tahap kedua berlangsung mulai 24 Maret sampai 17 April 2025. Kesempatan ini diberikan kepada Jemaah yang terkendala sistem sehingga belum bisa melunasi, lansia hingga kelompok disabilitas.
“Mudah-mudahan semua berjalan dengan lancar,” katanya.
Menurut dia, berbagai persiapan pemberangkatan juga sudah dilakukan. Calon jemaah yang akan berangkat sudah mengurus dokumen pemberangkatan mulai dari paspor dan bio visa.
“Para jemaah juga sudah melakukan pemeriksaan kesehatan untuk mengetahui kesiapan fisik sebagai sarana persiapan sebelum pemberangkatan,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Kepala Kemenag Gunungkidul, Mukotip. Menurut dia, biaya pelunasan untuk ibadah masih berlangsung hingga sekarang. “Yang berangkat tahun ini, rata-rata mendaftar haji di 2012 lalu,” katanya.
Dia menjelaskan, untuk pemberangkatan masih harus melalui berbagai tahapan yang panjang. Rencananya, calon Jemaah juga akan diberikan vaksin untuk meningkatkan kekebalan imunitas tubuh. Selain itu, juga ada kegiatan manasik yang dilaksanakan di tingkat kapanewon maupun kabupaten.
“Mudah-mudahan semua dapat berjalan lancar sehingga para Jemaah dapat menunaikan Ibadah Haji. Sebelum berangkat, juga harus menyiapkan fisik agar sehat sehingga menjanalan ibadah dengan baik,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
MA mengoreksi perhitungan kerugian negara kasus korupsi timah. Dari Rp300 triliun, kerugian keuangan negara ditetapkan Rp28,9 triliun.
Pemkab Temanggung mendukung wacana guru PPPK menjadi ASN pusat. Beban APBD daerah berpotensi berkurang sekitar Rp150,5 miliar.
DPRD Bantul mengkaji usulan perubahan Perbup BUMKalma setelah pengelola menyoroti kebutuhan operasional dan penguatan kelembagaan.
Perpres ojol masih difinalisasi Komdigi. Pemerintah menguji formula bagi hasil yang adil bagi pengemudi dan menjaga bisnis platform ride-hailing.
BNN menangkap MR alias Bos Gendut, buronan kasus sabu 98 kg, di salon Mangga Besar. BNN juga menyita uang dan aset Rp39,95 miliar.