Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Tugu Pal Putih yang merupakan salah satu komponen Sumbu Filosofis Yogyakarta terus ditata sebagai upaya pelestarian warisan budaya dunia. Foto diambil 10 Oktober 2023. (IST)\r\n\r\n
Harianjogja.com, JOGJA—Pemda DIY bekerja sama dengan Pusat Studi Bencana UGM tengah menyusun Disaster Risk Management Plan (DRMP) Sumbu Filosofi. Melalui DRMP ini akan terpetakan potensi dan antisipasi bencana di sepanjang Sumbu Filosofi.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, Noviar Rahmad, menjelaskan DRMP merupakan amanat dari UNESCO ketika menetapkan Sumbu Filosofi dunia sebagai salah satu warisan budaya dunia.
BACA JUGA: Sekda DIY Dukung Event Invitasi Bola Voli Kalurahan dan Sepeda Gembira Tangguh Bencana
“Dalam amanat itu agar dilakukan kajian kebencanaan di sepanjang Sumbu Filosofi,” ujarnya beberapa waktu lalu.
Pada 2024 lalu pihaknya sudah menyusun draft awal DRMP yang meliputi lima titik objek cagar budaya yakni Kraton, Beringharjo, Ngasem, Komplek Kepatihan.
“Tahun ini akan didetailkan lagi bersama Pusat Studi Bencan UGM di 144 titik di sepanjang Sumbu Filosofi,” katanya.
Masing-masing titik memiliki potensi bencana dan antisipasi yang berbeda-beda. Karena banyaknya objek cagar budaya dan beragamnya potensi bencana, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pun akan dilibatkan dalam menindaklanjuti rekomendasi dari DRMP.
“Misalnya di satu titik perlu ada tanda kaitannya jalur evakuasi, kemudian Early Warning System [EWS] yang terpasang apabila terjadi bencana, dimana tempat pengungsian, apa yang dilakukan kalau ada potensi bencana apa di sini,” ungkapnya.
Adapun potensi bencana di sepanjang Sumbu Filosofi cukup banyak, salah satunya adalah gempa bumi. “Gempa, kita dilewati lima sesar, itu melewati di bawah Sumbu Filosofi. Jadi tidak menutup kemungkinan misalnya ini secara aktif bergerak akan menimbulkan gempa,” paparnya.
Kepala Pusat Studi Bencana UGM, Muhammad Anggri Setiawan, menuturkan dalam penyusunan instrument DRMP ini, objek-objek cagar budaya itu dinilai secara lebih detail ancamannya, kerentanannya, kapasitas, sehingga bisa terformulasi risikonya.
“Ini mencari titik tengah, tidak terlalu ilmiah karena akan terlalu lama dan kurang praktis. Dari Jogja instrument ini akan dibawa ke level nasional, menjadi semacam prototipe, sehingga cagar budaya di Indonesia juga bisa memakai instrument ini,” paparnya.
Kajian DRMP Sumbu Filosofi ditargetkan selesai pada Juni 2025. Dalam kajian tersebut akan muncul rekomendasi. “Bisa misalnya penguatan struktur bangunannya, pengamanan bangunannya atau unsur lain, keterancaman pengunjung, kepadatan pengunjung di jam tertentu, ini yang jadi concern dalam kajian ini,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, Kimaya Sudirman Yogyakarta menghadirkan dua program spesial sepanjang Agustus 2026
Media Jepang menyoroti fenomena ratusan WNI yang menggunakan nama karakter anime seperti Naruto, Uzumaki, Nobita, hingga Sasuke berdasarkan data Dukcapil Semest
Korban tewas gempa magnitudo 7,4 di Kolombia bertambah menjadi 265 orang. Sebanyak 3.494 warga terluka dan 496 lainnya masih dinyatakan hilang.
EcoTank Epson tembus penjualan 100 juta unit secara global. Indonesia menjadi negara pertama yang memperkenalkan teknologi printer tangki tinta Epson.
Google resmi meluncurkan Pixel 11 Series yang terdiri dari Pixel 11, Pixel 11 Pro, Pixel 11 Pro XL, dan Pixel 11 Pro Fold. Dibekali Tensor G6, Gemini AI terbaru