Pemkab Gunungkidul Yakin Target PAD Wisata Rp36 Miliar Dikejar Juni
PAD wisata Gunungkidul sudah 72% hingga Mei 2026. Pantai Drini dan Sepanjang jadi penyumbang terbesar, target diprediksi tercapai Juni.
Aktivitas jual beli di makanan khas Gunungkidul di warung Sego Abang Pari Gogo di Kalurahan Semanu, Semanu. Minggu (6/4/2025). Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Aktivitas jual beli kuliner di Gunungkidul dinilai lebih sepi ketimbang pelaksanaan libur Lebaran di 2024. Hal ini disampaikan oleh pengelola Sego Abang Pari Gogo Jirak di Kalurahan Semanu, Semanu, Sutinah, Minggu (6/4/2025).
Ia tidak menampik di libur Lebaran tahun ini ada peningkatan pembeli sego abang dan sayur lombok ijo. Namun, kata dia, tidak seramai tahun lalu.
“Tahun ini peningkatan saat Lebaran hanya 20 persen. Sedangkan di 2024 kenaikannya mencapai 40 persen dari hari biasa,” katanya saat ditemui di kasiran Warung Sego Abang Pari Gogo, Minggu siang.
BACA JUGA: Libur Lebaran 2025, Pengajuan KK di Sleman Jadi Layanan Paling Banyak Diakses
Menurutnya, omset tidak setinggi tahun lalu karena kondisi ekonomi yang sedang menurun. Akibatnya, daya beli ikut turun sehingga berpengaruh terhadap penjual kuliner yang dikelola.
“Jadi Lebaran di tahun ini belum sesuai harapan karena tidak seramai tahun-tahun sebelumnya,” kata dia.
Disinggung mengenai stok nasi merah yang menjadi makanan khas, Sutinah mengakui tidak menyediakan secara khusus. Ia berdalih, stok di pasaran tidak banyak karena langsung membeli dari petani.
“Kalau Lebaran tahun ini, rata-rata habis sekitar 20 kilogram nasi merah [sego abang]. Kalau tahun lalu, bisa lebih banyak karena lebih ramai,” katanya.
Terpisah, Pemilik Pusat Oleh-Oleh Yu Tum, Slamet Riyadi mengatakan, untuk persiapan Lebaran menyiapkan stok kuliner seperti Gatot dan Tiwul masing-masing lima kuintal. Selain itu, juga ada stok penganan lainnya seperti belalang hingga gethuk goreng. “Sampai sekarang masih ada stoknya untuk dijual ke calon pembeli,” katanya.
BACA JUGA: Dispar Bantul Klaim Raih PAD Rp1,6 miliar Selama Libur Lebaran 2025
Slamet menuturkan, peningkatan penjualan terjadi pada H+2 dan H+3 Lebaran karena pembelian bisa meningkat hingga 70% dibandingkan pada hari biasa. Meski demikian, setelah momen tersebut, aktivitas jual beli mulai menurun hanya di kisaran 40% peningkatannya.
“Kami bersyukur omset masih bagus dan stok dagangan juga masih mencukupi untuk melayani pembeli. Untuk kondisi Lebaran dengan tahun lalu, yang saya rasakan masih sama saja,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PAD wisata Gunungkidul sudah 72% hingga Mei 2026. Pantai Drini dan Sepanjang jadi penyumbang terbesar, target diprediksi tercapai Juni.
I.League resmi rilis jadwal musim 2026/2027. Super League dimulai 4 September. Simak info League Cup terbaru untuk menambah jam terbang pemain di sini.
Menkeu Purbaya targetkan rupiah menguat ke Rp15.000 lewat intervensi obligasi dan kebijakan DHE SDA mulai Juni 2026.
Google I/O 2026 sorot Gemini Spark yang justru didemokan di iPhone 17 Pro, memicu spekulasi strategi dan kerja sama Apple.
Urgensi Pembentukan TIMPORA Bantul sebagai Wujud Nyata Semangat Imigrasi untuk Rakyat
Sri Sultan HB X tekankan pentingnya gemi, nastiti, ngati-ati di era digital saat literasi keuangan tertinggal dari inklusi.