PSEL Belum Beroperasi, Sleman Kerahkan Pendamping Sampah
PSEL Regional DIY mundur hingga 2028, DLH Sleman bentuk pendamping pengelolaan sampah di 17 kapanewon dan 86 kalurahan.
Ilustrasi Sekolah/Ist-Riauonline
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sleman menyatakan Kementerian Sosial (Kemensos) akan membangun sekolah rakyat berasrama di Bumi Sembada. Saat ini, Dinsos sedang menyiapkan lahan yang berada di Kapanewon Seyegan.
Sekretaris Dinsos Sleman, Sigit Indarto, mengatakua telah menggelar rapat koordinasi (rakor) dengan perangkat daerah lain, Senin (24/3/2025). Rakor tersebut merupakan tindak lanjut surat dari Kemensos mengenai partisipasi daerah dalam pembentukan sekolah rakyat.
BACA JUGA: Terkendala Lahan, Program Sekolah Rakyat di Gunungkidul Belum Bisa Direalisasikan
Ada dua pilihan yang Pemkab sediakan untuk pembangunan sekolah rakyat tersebut, yaitu Margoluwih dengan lahan 5 hektar dan Margodadi 3 - 4 hektar (ha). Kedua lahan yang berada di Kapanewon Seyegan tersebut berstatus tanah kas desa (TKD). Ada satu lagi yang disedikan Pemkab, yaitu Kalurahan Sendangtirto, Berbah.
Dinsos akan berkonsultasi dengan Bupati Sleman, Harda Kiswaya, dalam menentukan lokasi pembangunan sekolah rakyat. Kata Sigit, lahan yang tersedia hanya lahan berstatus TKD. Adapun tanah milik Pemkab Sleman paling luas hanya 900 meter persegi di Kapanewon Turi. Padahal pembangunan sekolah rakyat perlu sekitar 3 ha, termasuk asrama di dalamnya.
“Kami hanya diminta usul lokasi, luas lahan, status lahan, jenjang pendidikan, dan kapasitas. Itu yang kami laporkan ke Pusat. Nanti Pusat akan meninjau. Baru ada pembangunan. Tapi kami belum mendapat gambaran dan operasional sekolah itu akan bagaimana,” kata Sigit ditemui di kantornya, Selasa (8/4/2025).
Dinsos memilih jenjang sekolah menengah pertama (SMP) untuk sekolah rakyat tersebut. Per tingkat ada dua rombongan belajar (rombel). Dengan begitu, ada total enam rombel dengan per rombel 25 orang. Per angkatan bisa mencapai 50 pelajar.
Menurut Sigit, pembangunan sekolah rakyat tidak akan dilakukan secara besar-besaran dalam satu waktu. Paling tidak, gedung sekolah dapat digunakan untuk kegiatan belajar-mengajar dengan fasilitas pelengkap.
“Sekolah rakyat ini gambarannya bagaimana anak-anak keluarga miskin bisa mendapat pendidikan karakter sejak SD, SMP, SMA. Kalau karakater seorang anak baik, anak akan mau berkuliah, sehingga nantinya bisa memutus mata rantai kemiskinan,” katanya.
Pendidikan karakter yang diberikan melalui asrama akan lebih mudah lantaran pengawasan dapat dilakukan secara ketat. Program ini juga sejalan dengan misi Bupati Sleman, yaitu satu keluarga miskin satu sarjana. Dinsos hanya perlu meneruskan program tersebut dengan bantuan pembiayaan di jenjang perguruan tinggi.
BACA JUGA: DIY Siapkan Lokasi Sekolah Rakyat Di Bantul, Ini Lokasi Tepatnya
Kepala Bidang Pemberdayaan dan Kelembagaan Sosial Dinsos Sleman, Feri Istanto, mengatakan jenjang SMP lebih tepat diambil untuk sekolah rakyat yang akan dibangun di Sleman. Adapun jenjang SD kurang tepat apabila diterapkan di sekolah tersebut. Alasannya, jarak rumah pelajar dengan SD di Sleman cenderung dekat.
“Pembangunan nanti dilakukan Pusat, kemungkinan baru tahun depan. Pakai APBN juga kan. Kami tinggal menyiapkan lahan dan menerima,” kata Feri.
Meski pembangunan direncanakan tahun depan, Feri mengaku Kemensos meminta Dinsos Sleman untuk melakukan sosialisasi dan merekrut calon pelajar yang akan mengisi sekolah rakyat di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Purwomartani dan Balai Besar Penelitian Pengembangan Pelayanan Kesejahteraan Sosial (B2P3KS) Kasihan, Bantul.
BACA JUGA: Banguntapan dan Sewon Bantul Dibidik Jadi Tempat Program Sekolah Rakyat
Paling tidak, kick off sekolah rakyat di dua lokasi tersebut dilakukan pada Juli 2025 untuk jenjang sekolah menengah atas (SMA). Sebab itu, Dinsos diminta mencari calon siswa yang saat ini duduk di bangku kelas III SMP.
Surat Edaran (SE) Direktorat Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos Nomor 437/3.4/DL.03/3/2025 memuat lima poin penting. Salah satu poin mengenai jadwal Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Sekolah Rakyat pada 1 - 30 April 2025. PPDB dilaksanakan secara daring/ online melalui link http://pendaftaran-sr.kemensos.go.id/registrasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSEL Regional DIY mundur hingga 2028, DLH Sleman bentuk pendamping pengelolaan sampah di 17 kapanewon dan 86 kalurahan.
Menteri PPPA menyebut paparan judi online terhadap 200 ribu anak menjadi ancaman serius bagi perlindungan dan tumbuh kembang anak.
Pemkab Bantul menargetkan 10 Koperasi Desa Merah Putih siap diresmikan Agustus 2026 dengan fokus usaha kebutuhan pokok dan produk lokal.
Kemenhub menyesuaikan fuel surcharge pesawat domestik mulai 13 Mei 2026 akibat kenaikan harga avtur demi menjaga operasional maskapai.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 17 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta, tersedia keberangkatan pagi sampai malam hari.
Manchester City juara Piala FA 2026 setelah mengalahkan Chelsea 1-0 di final Wembley lewat gol Antoine Semenyo.