Hadapi Kemarau Panjang, Warga Gunungkidul Diminta Bijak Memakai Air
Kemarau hingga 7 bulan diprediksi terjadi di Gunungkidul. BPBD siapkan jutaan liter air, warga diminta hemat sejak dini.
Kondisi jalan menuju Padukuhan Jorong, Girijati yang rusak. Namun, tidak bisa dilakukan perbaikan karena status jalan milik Pemerintah Kalurahan Seloharjo, Pundong. Selasa (29/4/2025). Harian Jogja - David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Warga di Padukuhan Jorong, Girijati, Purwosari mengeluh rusaknya Sebagian jalan desa untuk beraktivitas. Namun, kerusakan ini tidak bisa diperbaiki Pemerintah Kalurahan Girijati karena status jalan milik Kalurahan Seloharjo, Pundong, Bantul.
Lurah Girijati, Karsono mengatakan, akses menuju Padukuhan Jorong banyak dikeluhkan warga. Pasalnya, ada Sebagian jalan yang rusak dan hingga sekarang belum ada perbaikan.
Menurut dia, kerusakan belum bisa diperbaiki karena ada Sebagian jalan desa milik Kalurahan Seloharjo, Bantul. Total panjang ruas jalan menuju Padukuhan Jorong 1,3 kilometer.
“Jadi denah jalannya sepanjang 500 meter milik Kalurahan Girijati, kemudian 400 meter milik Kalurahan Seloharjo [Bantul] kemudian masuk Padukuhan Jorong [masuk wilayah Girijati] sepanjang 400 meter kemudian masuk lagi Padukuhan Bero di Seloharjo,” kata Karsono, Selasa (29/4/2025).
Ia menjelaskan, jalan ini merupakan akses satu-satunya bagi warga di Padukuhan Jorong dengan jumlah 100 kepala keluarga. Untuk jalan di wilayah Girijati, Karsono mengakui tidak ada masalah karena kondisinya baik dan sudah diaspal.
Hanya saja, untuk ruas sepanjang 400 meter yang masuk wilayah Seloharjo, Pundong, Bantul memprihatinkan. Selain masih berupa cor blok, kondisinya juga rusak parah.
“Warga kami di Padukuhan Jorong berharap kerusakan tersebut bisa diperbaiki,” katanya.
Meski demikian, Karsono mengakui, pihaknya tidak bisa berbuat banyak dikarenakan jalan rusak masuk di wilayah Bantul. Upaya koordinasi dengan Pemerintah Kalurahan Seloharjo sudah dilakukan, tapi hingga sekarang belum ada realisasi perbaikan.
“Janjinya mau diperbaiki saat saya berkomunikasi. Tapi, belum kesampaian hingga sekarang karena kondisinya masih rusak,” katanya.
Panewu Purwosari, Baryono menambahkan, kerusakan jalan di wilayah Bantul di Kalurahan Seloharjo yang menjadi akses utama bagi warga di Padukuhan Jorong sudah dilaporkan ke bupati. “Ada videonya lengkap dengan kondisi jalan yang rusak,” kata Baryono.
Menurut dia, pihaknya maupun Pemerintah Kalurahan tidak bisa berbuat banyak untuk perbaikan. Baryono berdalih status jalan yang milik wilayah Bantul, maka tidak bisa diperbaiki.
“Kalau kami memperbaiki, jelas salah dan bisa jadi temuan. Sebab, jalan yang rusak statusnya milik Bantul. Makanya, kami berharap ada solusi agar akes warga Jorong bisa semakin lancar,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemarau hingga 7 bulan diprediksi terjadi di Gunungkidul. BPBD siapkan jutaan liter air, warga diminta hemat sejak dini.
Prabowo menegaskan fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat meski kurs dolar dan ekonomi global bergejolak.
Sembilan provinsi memperbolehkan bayar pajak kendaraan 2026 tanpa KTP pemilik lama untuk STNK tahunan kendaraan bekas.
Dishub Bantul menertibkan PKU dengan tagihan listrik membengkak hingga Rp1 juta per bulan di ratusan titik penerangan kampung.
OJK mencatat pembiayaan perbankan syariah tumbuh 9,82% menjadi Rp716,40 triliun hingga Maret 2026.
Prabowo menyebut 1.061 Koperasi Merah Putih berhasil dioperasikan dalam tujuh bulan untuk memperkuat ekonomi desa.