Puncak Kemarau Agustus, Warga Gunungkidul Diminta Hemat Air
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Ilustrasi panen padi - ist/ngawikab.go.id
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul optimstis target produksi padi seberat 290.920,8 ton bisa terpenuhi di 2025. Meski demikian, secara umum dalam beberapa tahun terakhir produktivitas padi masih naik turun.
Data dari Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, di 2020 produksinya menembus 290.619 ton gabah kering giling. Setahun berikutnya menjadi 301.160,97 ton.
Di 2022 produktivitas terus naik menembus 301.356 ton dan 2023 mencapai 306.415 ton gabah kering giling. Namun, di tahun lalu, produksinya menurun karena hanya mencapai 269.841 ton gabah kering giling.
BACA JUGA: Duh! Capaian IPM Gunungkidul Meleset dari Target
Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Raharjo Yuwono mengatakan, tahun ini menargetkan produksi gabah sebesar 290.920,8 ton. Pihaknya optimistis target tersebut bisa terpenuhi karena hasil panen di masa tanam pertama mencapai 203.842 ton gabah kering giling.
“Panen di musim pertama bagus sehingga kami yakin target produktivitas padi di 2025 bisa terpenuhi,” kata Raharjo, Selasa (29/4/2025).
Meski hasil panen di masa tanam pertama relative bagus, namun secara keseluruhan tingkat produktivitas dalam beberapa tahun masih naik turun.
Ia mencontohkan, produktivitas di 2023 menembus 306.415 ton gabah kering giling, tapi tahun lalu menurun menjadi hanya sebesar 269.841 ton. Menurut dia, penurunan terjadi karena terjadi anomaly cuaca.
Tahun lalu terjadi perubahan cuaca disebabkan kemarau panjang. Sebagai dampaknya, hujan yang datang mundur dari biasanya, sedangkan durasinya juga lebih pendek dari tahun-tahun sebelumnya.
“Jelas sangat berpengaruh karena mayoritas lahan di Gunungkidul merupakan tadah hujan sehingga pasokan air berukurang. Hingga akhirnya profitas padi di 2024 mengalami penurunan,” katanya.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Rismiyadi mengatakan, hasil panen di masa tanam pertama di tahun ini bagus karena ditopang sejumlah faktor. Selain cuaca yang tergolong bagus, serangan hama terhadap tanaman padi juga dapat ditanggulangai dengan baik. “Panennya bagus dan kami berharap bisa terus ditingkatkan,” katanya.
Dia mengungkapkan, data luas lahan baku sawah (LBS) di Kabupaten Gunungkidul saat ini mencapai 26.854 hektare. Potensi ini dapat dimanfaatkan dengan baik sehingga dalam satu tahun dapat melaksanakan masa tanam sebanyak dua hingga tiga kali.
“Memang tidak semua wilayah bisa panen padi hingga tiga kali dalam setahun. Tapi, dengan inovasi yang terus coba dilakukan, upaya meningkatkan produktivitas padi bisa diwujudkan,” kata Rismiyadi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Membonceng anak naik motor butuh perhatian khusus. DAM berikan 4 tips: pastikan kaki menapak footstep, bisa berpegangan, siap naik-turun, dan pakai helm SNI.
Ramalan zodiak 12 Agustus 2026: Gerhana di Leo bawa energi kuat. 5 zodiak diprediksi kurang beruntung, cek nasib asmara, karier, dan keuangan Anda hari ini!
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa
Prakiraan cuaca DIY Rabu 12 Agustus 2026, mayoritas wilayah cerah. Kulonprogo perlu mewaspadai kabut atau asap yang berpotensi mengganggu jarak pandang.
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya pada Agustus 2026 berdasarkan data resmi KAI Access.