Akses Tol Menuju Nglanggeran Diharap Genjot Wisata Utara Gunungkidul
Akses tol Bokoharjo-Gunungkidul ditarget fungsional Lebaran 2027. Pemkab berharap konektivitas ini mengembangkan wisata dan ekonomi wilayah utara.
Sosialisasi pendataan naskah kuno di Kulonprogo./ Ist
Harianjogja.com, KULON PROGO - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispussip) Kulonprogo berupaya menggencarkan pendataan terhadap naskah-naskah kuno yang tersebar di wilayahnya. Langkah ini menjadi bagian dari roadmap pelestarian literasi sejarah daerah, yang dinilai masih minim tergarap secara optimal.
Kepala Dispussip Kulonprogo, Duana Heru Supriyanta mengungkapkan, sampai sekarang jumlah naskah kuno yang berhasil terdata masih terhitung belasan. Temuan ini merupakan hasil penelusuran yang telah berlangsung sejak 2022, mencakup berbagai kapanewon seperti Sentolo, Wates, Panjatan, dan Lendah.
"Angka tersebut tentu jauh tertinggal jika dibandingkan dengan wilayah lain di DIY. Kota Jogja, misalnya, telah berhasil mengidentifikasi ribuan naskah kuno," ujar Duana, Selasa (29/04/2025).
Oleh karenanya, Dispussip Kulonprogo bakal mengadopsi pendekatan dengan melibatkan Panewu dan Lurah dalam proses penelusuran. Langkah ini ditujukan untuk memperluas cakupan identifikasi dan mempercepat proses pendataan.
Duana menjelaskan, naskah kuno yang menjadi sasaran pendataan memiliki kriteria khusus, yakni berusia minimal 50 tahun dan ditulis tangan.
BACA JUGA: Program Sekolah Rakyat di Kulonprogo Belum Bisa Berjalan di 2025, Ini Alasannya
Ke depan, naskah-naskah yang berhasil didata tidak hanya akan dicatat, tetapi juga mendapat perlakuan konservasi dan digitalisasi. Upaya ini merupakan bagian dari sinergi lintas institusi, termasuk kerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY serta dukungan dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik 2025 dari Perpustakaan Nasional.
Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kulonprogo, Jazil Ambar Was’an, meyakini masih banyak naskah kuno yang tersebar di tengah masyarakat, tetapi belum terpetakan.
"Pendataan ini sangat penting untuk pelestarian budaya dan juga sebagai sumber sejarah. Kami harap wawasan masyarakat akan pentingnya naskah kuno juga semakin meningkat," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Akses tol Bokoharjo-Gunungkidul ditarget fungsional Lebaran 2027. Pemkab berharap konektivitas ini mengembangkan wisata dan ekonomi wilayah utara.
Lamborghini Temerario hadir di Indonesia dengan mesin V8 twin-turbo dan teknologi elektrifikasi yang menghasilkan tenaga hingga 920 PS.
KAI Daop 6 Jogja menegaskan pelaku pelecehan seksual dapat masuk blacklist dan dilarang menggunakan kereta api hingga 20 tahun.
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal (Kanwil Ditjen) Imigrasi DIY memperkuat edukasi kepada masyarakat untuk mencegah tindak pidana perdagangan orang
MR alias Bos Gendut, buronan kasus 98 kg sabu, ditangkap BNN di salon kecantikan Mangga Besar. Aset Rp39,5 miliar turut disita.
UGM Indosat NVIDIA AI Technology Center merupakan pusat inovasi AI yang dibangun oleh Indosat Ooredoo Hutchison bersama NVIDIA dengan UGM sebagai mitra akademik