Kasus Daycare Little Aresha Jogja: 32 Anak Divisum, Ini Tujuannya
Kasus daycare Jogja, 32 anak mulai divisum. Dugaan kekerasan fisik dan psikis, korban diperkirakan capai 130 anak.
Ilustrasi sekolah rakyat. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja berencana menggunakan bangunan milik Taman Siswa sebagai tempat penyelenggaraan sekolah rakyat.
Kepala Disdikpora Kota Jogja, Budi Santosa Asrori menjelaskan sekolah rakyat yang akan didirikan di Kota Jogja berencana menggunakan bangunan milik Taman Siswa. Rencana penggunaan gedung itu dilakukan lantaran semakin mendekati waktu penyelenggaraan sekolah rakyat.
"Karena kalau membangun baru [gedung untuk sekolah rakyat] perlu waktu," katanya, Selasa (29/4/2025).
BACA JUGA: Mensos Waspadai Praktik KKN dalam Rekrutmen Sekolah Rakyat
Budi menilai penyelenggaraan belajar mengajar di sekolah rakyat ditargetkan mulai berlangsung pada Juli 2025 hanya dapat dilakukan dengan menggunakan gedung yang sudah ada. Jika melakukan pembangunan gedung, waktu yang tersedia tidak mencukupi. Hal itu lantaran pembelajaran di sekolah rakyat rencananya akan diselenggarakan pada Juli 2025.
Hingga saat ini, Pemkot Jogja masih berkoordinasi dengan Kementerian Sosial terkait pelaksanaan. Oleh karena itu belum mengetahui jumlah siswa yang akan diakomodasi di sekolah tersebut. Meski begitu, ia menegaskan Pemkot Jogja mendukung program tersebut.
"Pemkot memfasilitasi agar program sekolah rakyat itu memberikan kemanfaatan bagi masyarakat," katanya.
Sebelumnya, Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo mengusulkan bangunan Taman Siswa untuk digunakan sebagai sekolah rakyat. Usulan tersebut diajukan lantaran latar belakang sejarah bangunan tersebut dulu digunakan sebagai sekolah rakyat.
BACA JUGA: Integrasikan Program Sekolah Rakyat, Kemensos Gandeng UNS
Hasto menilai pendirian sekolah rakyat di Taman Siswa juga mampu mendorong peningkatan jumlah siswa yang ada. Hal itu lantaran jumlah siswa di Taman Siswa mulai menurun dalam beberapa kurun waktu terakhir.
"Salah satu sekolah di Jogja yang muridnya hampir habis itu Taman Siswa. Tapi kan Taman Siswa sekolah rakyat juga [menurut] sejarahnya," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus daycare Jogja, 32 anak mulai divisum. Dugaan kekerasan fisik dan psikis, korban diperkirakan capai 130 anak.
Kecelakaan di Jalan Terong–Mangunan Bantul menewaskan pejalan kaki. Polisi sebut jarak dekat jadi penyebab utama.
KPK memeriksa Plt Bupati Tulungagung dan sejumlah kepala dinas terkait dugaan aliran uang kasus pemerasan Bupati nonaktif.
Motif pembacokan pelajar di depan SMAN 3 Jogja terungkap. Geng Vozter disebut patroli menjaga wilayah usai info tawuran.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa optimistis IHSG akan rebound pekan depan didukung fundamental ekonomi Indonesia yang dinilai tetap kuat.
Dinkes Sleman perketat pemisahan jeroan kurban untuk cegah kontaminasi dan risiko penyakit saat Iduladha 2026.