DPRD Gunungkidul Siapkan Perda Reklame, Bidik Optimalisasi PAD
DPRD Gunungkidul membahas Raperda Penyelenggaraan Reklame untuk mengoptimalkan PAD, menata reklame, dan memperkuat kepastian hukum.
SMPN 1 Playen, salah satu sekolah yang menerima calon peserta didik kelas khusus olahraga pada tahun ajaran baru ini./ Ist
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Proses penerimaan siswa baru Tahun Ajaran 2025-2026 tingkat SMP di Kabupaten Gunungkidul sudah dimulai, Senin (5/5/2025). Meski demikian, di awal pendaftaran yang dibuka baru sebatas kelas khusus olahraga.
Kelas khusus ini tidak ada di semua sekolah. Pasalnya, Dinas Pendidikan Gunungkidul hanya menetapkan SMP Negeri 1 Ngawen; SMP Negeri 1 Playen, SMP Negeri 1 Saptosari dan SMP Negeri 1 Rongkop menerima peserta didik khusus kelas olahraga.
“Sudah dibuka mulai hari ini. Rencananya, pendaftaran kelas khusus olahraga berlangsung hingga 23 Mei 2025,” kata Nunuk saat dihubungi, Senin (5/5/2025).
Meski sudah mulai dibuka pendaftaranya, tapi ia belum bisa memastikan berapa kuota yang disediakan di masing-masing sekolah. Nunuk berdalih, kuota untuk kelas khusus olahraga masih dalam proses pendataan.
“Masih proses. Nanti, kalau sudah selesai akan kami informasikan berapa kuota kelas khusus olahraga di masing-masing sekolah,” ungkapnya.
BACA JUGA: Disdik Gunungkidul Bersurat ke PLN, Minta Tidak Ada Pemadaman saat ASPD Berlangsung
Ditambahkan dia, pembukaan pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang dimulai melalui jalur kelas khusus olahraga tertuang dalam Surat Edaran No:B/400.3/280/2025 tentang Persiapan SPMB di tahun ini.
“Pendaftaran berlangsung dari Senin hingga Jumat di satuan Pendidikan yang tepah ditetapkan untuk membuka kuota untuk kelas khusus olahraga,” katanya.
Kepala SMP Negeri 1 Ngawen, Titik Purwanti saat dikonfirmasi membenarkan, sekolahnya termasuk salah satu satuan Pendidikan yang membuka pendaftaran murid baru lewat kelas khusus olahraga. Proses pendaftaran sudah mulai dilaksanakan mulai 5-23 Mei 2025.
“Sudah mulai dibuka. Total ada tiga kelas untuk kelas khusus olahraga, sehingga siswa yang dibutuhkan sebanyak 96 anak,” katanya.
Dia menjelaskan, penerimaan siswa baru lewat jalur kelas khusus olahraga dilaksanakan lebih dahulu karena prosesnya lebih panjang ketimbang jalur SPMB umum. Hal itu dikarenakan, calon siswa baru tidak hanya mengumpulkan berkas pendaftaran, karena juga ada seleksi untuk masuk lewat jalur khusus ini.
Titik menjelaskan, seleksi dilakukan tidak hanya menyangkut dengan kemampuan akademik. Pasalnya, juga dilaksanakan tes kebugaran hingga minat ke cabang olahraga yang akan digeluti.
“Cabang olahraganya banyak mulai dari sepak bola, futsal, bulu tangkis, atletik, voli dan lainnya. Calon siswa yang akan masuk lewat jalur kelas olahraga, maka harus melalui tahapan seleksi sesuai dengan olahraga yang diminati,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul membahas Raperda Penyelenggaraan Reklame untuk mengoptimalkan PAD, menata reklame, dan memperkuat kepastian hukum.
Prediksi PSG vs Aston Villa di Piala Super Eropa 2026, lengkap dengan head to head, susunan pemain, dan peluang kedua tim.
Transformasi TelkomGroup Mulai Tunjukkan Hasil, InfraNexia Catat Kinerja Positif Perkuat Infrastruktur Digital Nasional
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta dugaan penistaan agama di festival musik Ancol diproses hukum.
Program beasiswa santri dan pengasuh pondok pesantren tahun 2026 yang digulirkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, membuka peluang dan harapan
Produksi perikanan budi daya Gunungkidul mencapai 7.119 ton hingga Juni 2026. Lele mendominasi dengan produksi lebih dari 6.168 ton.