Serangan Monyet Bikin Resah Petani Tanjungsari Gunungkidul
Warga Padukuhan Kelor, Kemadang, Tanjungsari mengeluhkan serangan monyet ekor panjang yang merusak area pertanian yang dimiliki karena bisa gagal panen.
Wisatawan sedang menikmati pemandangan Pantai Kukup, Kalurahan Kemadang, Tanjungsari, Gunungkidul, Kamis (26/12/2024)./Harian Jogja-Andreas Yuda Pramono
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pariwisata Gunungkidul bakal merelokasi dua Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) di kawasan pantai. Pemindahan ini mengacu pada hasil kajian yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan.
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi, Dinas Pariwisata Gunungkidul, Supriyanta mengatakan, TPR yang akan direlokasi ada di Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) di Kalurahan Kemadang, Tanjungsari. Tempat pelayanan ini perlu dipindah karena lokasinya berada di bahu jalan sehingga dapat mengganggu akses lalu lintas.
“Dipindah biar arus lalu lintas lebih lancar dan tidak membahayakan,” kata Priyanta, Jumat (9/5/2025).
Adapun TPR kedua yang dipindah berlokasi di Kalurahan Purwodadi, Tepus. Rencana pemindahan tidak beda jauh dengan di TPR JJLS karena terlalu dekat dengan akses JJLS di kawasan tersebut.
BACA JUGA: Hasil Investigasi Kebocoran Soal ASPD, Guru SMPN 10 Jogja Tidak Terbukti Membocorkan Soal
“Pemindahan merupakan usulan dari dinas perhubungan yang telah membuat kajian tentang permasalahan ini,” katanya.
Meski demikian, ia memastikan hingga sekarang masih sebatas wacana. Upaya pemindahan masih menunggu proses pembebasan lahan untuk lokasi yang baru.
“Baru proses pengadaan di Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Gunungkidul. Lokasi TPR baru berjarak sekitar 50-100 meter dari lokasi lama,” katanya.
Priyanta menambahkan, untuk realisasi pembangunan masih membutuhkan proses yang panjang. Pasalnya, setelah pengadaan tanah selesai dilakukan akan dilanjutkan penyusunan detailed engineering design (DED).
“Pagu yang kami sediakan untuk pemindahan dua TPR sekitar 800 juta,” kata dia.
Terpisah, Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Gunungkidul, Fajar Ridwan saat dikonfirmasi terkait pengadaan tanah untuk TPR, tidak menampik hal tersebut. Adapun prosesnya telah memasuki tahapan appraisal guna menentukan harga tanah yang akan dibebaskan.
“Masih proses dan kalau selesai, maka mulai bisa dilakukan pembebasan,” kata Fajar.
Dia menjelaskan, sudah menyiapkan anggaran Rp2 miliar untuk pembebasan. Rencannya TPR Tepus dibangun di lahan seluas 1.400 meter persegi dan TPR JJLS seluas 500 meter persegi.
Menurut Fajar, untuk pembebasan lahan juga sudah dilakukan sosialisasi kepada warga pemilik lahan. Ia beharap proses berjalan lancar sehingga pelaksanaan tidak ada kendala di lapangan.
“Kalau semua lancar dan appraisal sudah selesai, maka pengadaan tanah untuk TPR bisa kelar dalam waktu dua minggu,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga Padukuhan Kelor, Kemadang, Tanjungsari mengeluhkan serangan monyet ekor panjang yang merusak area pertanian yang dimiliki karena bisa gagal panen.
Baznas Kulonprogo telah menyalurkan 40 tangki air bersih ke 11 titik kekeringan. Sebanyak 200 tangki disiapkan selama musim kemarau.
Bareskrim mengungkap MV King Sun tiga kali menyelundupkan ketamin. Pengiriman ke Indonesia sebanyak 1.298 kg berhasil digagalkan.
KPK belum menahan Yuddy Renaldi dalam kasus dugaan korupsi iklan Bank BJB karena mempertimbangkan kondisi kesehatannya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 14 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Karhutla Gunung Bromo di kawasan TNBTS berhasil dipadamkan. Luas area terbakar mencapai 1.120 hektare di empat kabupaten.