DPRD DIY Soroti Kemiskinan Meski Ekonomi Jogja Tumbuh
DPRD DIY menyoroti indikator kinerja daerah yang baru 40 persen meski ekonomi DIY tumbuh dan angka kemiskinan menurun.
Salah satu titik pembuangan sampah liar di Jalan Gatak, Tamantirto, Kasihan, Bantul, beberapa waktu lalu./ Harian Jogja - Ariq Fajar Hidayat
Harianjogja.com, BANTUL - Pembuangan sampah liar masih menjadi pekerjaan rumah di Bantul dan sekitarnya. Beberapa titik, terutama di tepi jalan raya banyak ditemukan tumpukan sampah yang dibuang secara liar.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul, Bambang Purwadi Nugroho mengatakan, adanya peningkatan pembuangan sampah liar di Bantul. Jumlah peningkatan berkisar lima hingga delapan persen dalam satu bulan terakhir.
“Setidaknya ada enam titik lokasi yang kerap terjadi pembuangan sampah liar di Bantul. Kebanyakan sekitar ring road selatan, ada di Ketandan, depan Pasar Giwangan, Sokowaten, barat perempatan Wojo, jalan Parangtritis, dan Jalan Bugisan,” jelas Bambang Purwadi, Rabu (21/5/2025).
Peningkatan pembuangan sampah liar ini pun menjadi atensi khusus DLH Bantul. Bambang menjelaskan, pihaknya rutin melakukan evakuasi sampah di titik-titik rawan dua kali dalam seminggu.
BACA JUGA: Pemkab Bantul Siapkan Enam Gapura Ikonik Penanda Batas Wilayah
Dalam hal pencegahan, DLH Bantul bekerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo Bantul) untuk memasang CCTV guna mendeteksi pembuangan sampah liar di titik-titik rawan.
Selain itu, DLH juga menggandeng Satpol PP Bantul untuk menindak pembuang sampah liar untuk membuat efek jera. Petugas Satpol PP pun turut dilibatkan dalam melakukan evakuasi sampah di beberapa titik.
Bambang menambahkan, mengatasi permasalahan sampah tetap diperlukan kontribusi dari masyarakat mulai dari level rumah tangga. Ia mengimbau masyarakat Bantil agar mulai melakukan pengolahan sampah sederhana di masing-masing rumah tangga.
“Kami mendorong masyarakat Bantul dan sekitarnya agar bisa bersama-sama mulai sadar untuk menyelesaikan sampah mulai dari hulu di skala rumah tangga, dengan melakukan upaya pemilahan dan pengolahan sampah sederhana, terapkan 3R (Reduce, Reuse, Recycle),” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD DIY menyoroti indikator kinerja daerah yang baru 40 persen meski ekonomi DIY tumbuh dan angka kemiskinan menurun.
Serabi 2026 bantu lebih dari 1.800 UMKM perempuan memahami bisnis digital, strategi harga, dan pengembangan usaha berbasis data.
Prabowo minta TNI-Polri bersih dari praktik ilegal, tegaskan larangan backing judi, narkoba, dan penyelundupan.
Perdagangan hewan kurban Bantul naik jelang Iduladha 2026, omzet pedagang diprediksi tumbuh hingga 40 persen.
BRIN kembangkan pelat karet RCP untuk perlintasan KA, inovasi baru tingkatkan keselamatan dan kurangi risiko kecelakaan.
Prediksi Malut United vs Persita di Super League 2026, tuan rumah diunggulkan menang berkat lini depan tajam.