Target RPJMD DIY Dikejar di Tahun Terakhir, Kemiskinan Jadi Tantangan
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Suasana Area Parkir Malioboro di eks Menara Kopi Kotabaru belum menunjukkan adanya aktivitas parkir dan dagang, Senin (9/6/2025)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Sudah sepekan sejak relokasi juru parkir dan pedagang dari Tempat Khusus Parkir (TKP) Abu Bakar Ali (ABA) ke Area Parkir Malioboro di eks Menara Kopi Kotabaru, namun belum terlihat adanya aktivitas parkir dan perdagangan di lokasi tersebut.
Di Area Parkir Malioboro pada Senin (9/6/2025) belum terlihat adanya kegiatan parkir maupun perdagangan. Lapak-lapak pedagang belum ada yang dibuka, kendaraan pengunjung Malioboro belum ada yang masuk. Sejumlah pekerja masih membersihkan dan menata lokasi tersebut.
Pengelola eks TKP Malioboro, Doni Rulianto, menjelaskan saat ini Area Parkir Malioboro memang belum bisa beroperasi. “Pedagang belum bisa langsung jualan, karena samai hari ini kita masih bersih-bersih dan penataan,” ujarnya.
Ia mencontohkan seperti adanya lubang saluran air di bagian pintu masuk yang bisa membahayakan kendaraan ketika masuk. Maka di situ perlu dilakukan pengecoran. “Besok mungkin kita ngecor supaya kuat. Mandiri itu [pendanaan sendiri],” ungkapnya.
Kemudian tanah di bagian belakang juga tengah diratakan untuk mempermudah digunakan sebagai jalan kendaraan yang parkir. “Mau kita kasih koral, diratakan. Kemaren tanah, kalau buat lalu-lalang mobil kan juga riskan,” katanya.
Hingga saat ini pihaknya juga belum membagi lapak pedagang lantaran masih adanya kendala teknis pada tempat para pedagang, yakni adanya beberapa sekat bangunan yang menyulitkan penataan peadagang. Ia meminta izin kepaad Pemda DIY untuk menyopot sekat-sekat itu, namun belum mendapat jawaban.
“Kami sudah izin secara resmi ke Dinas Perhubungan agar bisa kami copot, barang-barang kami kumpulkan, buat tempat pedagang. Kalau ga boleh dicopot aku tambah mumet le nata pedagang. Padahal kita pengajuannya sudah beberapa hari lalu, sampai hari ini belum ada jawaban,” ucapnya.
Ia merencanakan penataan para pedagang nantinya saling berhadapan dengan luas lapak 1,5x1,5 meter, baik yang di sisi utara maupun selatan. Dengan penataan ini, diharapkan bisa mengakomodir seluruh pedagang, yang berjumlah 230 pedagang.
Berbagai penataan ini diharapkan bisa selesai dalam minggu ini sehingga para juru parkir dan pedagang dapat segera beroperasi. “Kami berharap seminggu lagi, bisa segera untuk aktivitas. Insyaalloh pengecoran selesai rabu atau kamis,” katanya.
Kepala Dinas Perhubungan DIY, Chrestina Erni Widyastuti, menuturkan pihaknya sudah menerima surat permohonan dari pengelola terkait pelepasan sekat. “Kami juga bersurat ke Kraton karena kagungane Kraton. Sudah kami sampaikan, tapi jawabannya enggak secepat kilat. Dari Kraton pasti akan membalas,” kata dia.
BACA JUGA: Gelombang Pantai Selatan DIY Diprediksi Capai 4 Meter, Masyarakat Diminta Waspada
Menurutnya, perubahan pada tempat tersebut karena statusnya adalah sewa, maka harus seizin pemiliknya. “Kesepakatan kami tidak boleh melakukan perubahan di bangunan induk. Tapi kalau menambah yang non permanen, tidak menempel di bangunan induk diperkenankan,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Pemerintah menyiapkan aturan KPR tenor 40 tahun agar cicilan rumah lebih ringan dan akses rumah murah semakin mudah dijangkau masyarakat.
Bahlil Lahadalia mengaku sudah menjelaskan aturan baru harga patokan mineral kepada investor dan Kedubes China di tengah kekhawatiran regulasi tambang.
DPRD DIY menyoroti indikator kinerja daerah yang baru 40 persen meski ekonomi DIY tumbuh dan angka kemiskinan menurun.
Maskapai penerbangan Eropa mulai memangkas penerbangan akibat lonjakan harga bahan bakar jet yang membuat sejumlah rute tidak lagi menguntungkan.
Meta menghadirkan fitur Incognito Chat AI di WhatsApp dengan teknologi Pemrosesan Privat untuk menjaga kerahasiaan percakapan pengguna.