Kebakaran Meningkat Saat Kemarau, Warga Kulonprogo Diminta Waspada
Kebakaran di Kulonprogo meningkat selama musim kemarau 2026. Mayoritas dipicu pembakaran sampah dan kondisi lahan yang semakin kering.
Olah TKP kejadian aksi pecah kaca mobil di Wates, Kulonprogo, Rabu (18/6/2025). Ist/polreskulonprogo
Harianjogja.com, KULONPROGO—Aksi pecah kaca mobil terjadi di Kedunggong, Wates, Kulonprogo. Para pelaku diduga beraksi pada Rabu (18/6/2025) dini hari. Korban yang baru mengetahui saat pagi hari terkejut mendapati kaca mobilnya pecah.
Kasi Humas Polres Kulonprogo, Iptu Sarjoko mengatakan, di dalam mobil tersebut terdapat uang tunai sebesar Rp5,3 juta yang digondol pelaku. Mobil tersebut memang diparkirkan di depan garasi rumah. "Barang yang hilang uang Rp5,3 juta sama tiga sertifikat tanah," katanya, Rabu (18/6/2025).
BACA JUGA: Jalan di Kulonprogo yang Ditanami Pohon Pisang Akhirnya Berbuah Material Uruk
Korban dalam kejadian tersebut Yohan Maulana yang bertempat tinggal di TKP. Adapun mobil yang menjadi sasara pecah kaca bernopol AB 1041 LP. Sarjoko menjelaskan, memang sedari malamnya, Selasa (17/6/2025) mobil tersebut terparkir di TKP.
"Korban meninggalkan satu tas gendong warna hitam di dalam mobil," sambungnya. Setelah memarkirkan mobilnya, Yohan masuk rumah untuk tidur beristirahat selama semalaman. Terbangun di pagi hari korban sudah mendapati kaca mobilnya sebelah kanan bagian tengah dalam keadaan pecah.
Barang-barang berharga yang diletakan di atas jok tengah mobil raib. Sementara itu, korban Yohan menjelaskan, tetangganya pada Rabu (18/6/2025) 01.00 WIB masih belum tidur dan melihat kondisi masih aman. Dia menduga para pelaku beraksi setelah tetangganya selesai nongkrong.
"Kami tahunya pas pagi karena alarm mobil juga tidak bunyi," ungkapnya. Dia pun membenarkan, barang berharganya yang raibnya berupa uang tunau Rp5,3 juta dan tiga sertifikat. Menurutnya, uang tersebut rencananya digunakan untuk keperluan acara di rumahnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kebakaran di Kulonprogo meningkat selama musim kemarau 2026. Mayoritas dipicu pembakaran sampah dan kondisi lahan yang semakin kering.
Gempa M7,1 di Jepang diduga berkaitan dengan sesar yang belum retak sejak gempa besar 2016. Ahli ungkap potensi gempa susulan.
KPK menahan anggota DPRD Jatim Moch Mahrus terkait dugaan suap dana hibah pokmas kepada Anwar Sadad.
PSIM Jogja masih mengevaluasi masa depan Nermin Haljeta jelang Super League 2026/2027, sementara Franco Ramos dipastikan bertahan.
BBPOM Yogyakarta mempercepat penerbitan NIE bagi UMKM pangan olahan agar produk lokal Jogja aman, bermutu, dan mampu bersaing.
Wapres Gibran bertemu Hun Many membahas reformasi birokrasi, olahraga, serta penanganan TPPO terkait penipuan daring.