DPRD Kulonprogo Soroti 18 Guru Mundur Pilih Jadi Karyawan SPPG
DPRD Kulonprogo soroti 18 guru JLOP mundur di 2026, dinilai sebagai alarm serius sistem pendidikan daerah.
Ilustrasi perselingkuhan. - Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO–Sejumlah warga Padukuhan Jimatan, Jatirejo, Lendah, Kulonprogo meminta dukuhnya berinisial DA turun dari jabatannya karena diduga selingkuh. Warga mendatangi Kantor Kalurahan Jatirejo, Rabu (18/6/2025) untuk melakukan audiensi.
Perwakilan warga Padukuhan Jimatan, Aris Cahyono mengatakan, mengatakan, kedatangan warga ke Kantor Kalurahan untuk pengaduan terkait Dukuh Jimatan. Menurutnya, perilaku selingkuh tidak mencerminkan sebagai seorang pemimpin yang baik. "Selain itu kinerjanya memang kurang mumpuni selama memimpin," katanya, Rabu (18/6/2025).
BACA JUGA: Jalur Trans Jogja Sampai Terminal Wates Kulonprogo Sulit Terealisasi, Ini Kendalanya
Apalagi, DA sudah beberapa kali menerima teguran dari kalurahan selama menjadi dukuh. Dia menjelaskan, dugaan selingkuh tersebut terungkap dari pengakuan dari pihak perempuan. Bahkan, perempuan tersebut mengaku sudah melalukan nikah siri dan memiliki anak.
"Untuk itu kami belum ada bukti tetapi hanya pengakuan dari pihak perempuan," sambungnya.
Usai audiensi tersebut, Dukuh Jimatan DA mengaku siap untuk mengundurkan diri. Atas keputusan itu, warga pun mengaku lega.
Sementara itu, Lurah Jatirejo, Novie Bayu Widyasmara menambahkan, memang warga sudah tidak nyaman dengan dugaan perselingkuhan ini. Dukuh Jimatan DA juga menerima tuntutan untuk mengundurkan diri demi ketentraman di warga Jimatan.
"Ada miskomunikasi juga di tengah masyarakat terkait penyampaian aspirasi tetapi pak Dukuh Jimatan legowo melepaskan jabatannya," jelasnya.
Dia belum bisa memastikan, resminya pengunduran diri tersebut akan diterima kapan. Pasalnya, harus berproses secara administratif dahulu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Kulonprogo soroti 18 guru JLOP mundur di 2026, dinilai sebagai alarm serius sistem pendidikan daerah.
KPK memeriksa Dirut PT Catur Elang Perkasa terkait dugaan korupsi investasi dan pinjaman jangka panjang PPT Energy Trading.
UMY menolak pembangunan dapur MBG di kampus dan memilih mendukung program melalui riset dosen serta magang mahasiswa.
Polsek Prambanan dan Pos Lantas Mitra 11 menyita 10 motor saat razia balap liar di wilayah Prambanan, Klaten.
Pendaki Gunung Muria di Kudus jatuh ke jurang sedalam 40 meter di jalur Argopiloso dan berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.
Korlantas Polri siaga 24 jam selama libur panjang Kenaikan Yesus Kristus untuk antisipasi lonjakan kendaraan dan kemacetan.