Perbaikan Jalan dan Drainase Depan Pasar Ngawen Ditarget Rampung 18 Oktober 2026
Pemkab Gunungkidul mengalokasikan Rp967 juta untuk memperbaiki jalan depan Pasar Ngawen sekaligus membangun drainase agar tak mudah rusak.
Kondisi Bendungan Beton di Kalurahan Umbulrejo, Ponjong. Kemarau Panjang mengakibatkan debit air di bendungan menyusut sangat drastis. Selasa (7/11/2023)/ Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—BPBD Gunungkidul memastikan belum ada warga yang meminta bantuan air bersih karena adanya fenomena kemarau basah di tahun ini. Meski demikian, masyarakat diminta untuk bijak dalam memanfaatkan air.
BACA JUGA: Kemarau Basah, Belum Ada Permintaan Bantuan Air Bersih
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, BPBD Gunungkidul, Sumadi mengatakan, jawatannya sudah menyiapkan anggaran droping untuk Masyarakat yang kesulitan air bersih. Hanya saja, ia memastikan hingga sekarang belum ada yang meminta bantuan ke BPBD.
“Masih aman, fenomena kemarau basah membuat stok air di Masyarakat masih ada hingga sekarang,” kata Sumadi, Minggu (29/6/2025).
Dia menjelaskan, berdasarkan koordinasi dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) diprediksi adanya kemarau basah membuat dampak dari musim kemarau tidak separah sebelumnya. Hal ini dikarenakan masih ada curah hujan, meski telah masuk musim kering.
Kendati demikian, Sumadi meminta Masyarakat untuk tetap mewaspadai ancaman dari kekeringan. Oleh karena itu, warga diminta bijak menggunakan air bersih guna mencukupi kebutuhan sehari-hari.
“Tidak boleh boros dan gunakan air secukupnya,” katanya.
Selain itu, untuk konservasi air juga dapat dilakukan dengan program penanaman pohon hingga menjaga vegetasi. Di sisi lain, pengolahan sampah yang baik juga dibutuhkan agar tidak mencemari sumber air dan lingkungan.
“Intinya ketersediaan air harus dijaga dan Masyarakat wajib ikut berpartisipasi,” katanya.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Purwono menambahkan, untuk tahun ini mengalokasikan anggaran droping air sebanyak 1.500 tangki. Selain itu, sejumlah kecamatan juga memiliki anggaran droping secara mandiri di luar dari program kegiatan di BPBD.
“Untuk jumlah pastinya yang tahu ada di masing-masing kapanewon,” kata Purwono.
Pihaknya juga tetap mengimbau kepada Masyarakat untuk tetap mewaspadai adanya potensi bencana saat terjadi kemarau basah. Hal ini dikarenakan cuaca ekstrem masih sering mengintai sehingga dapat menimbulkan kerugian material seperti pohon tumbang, rumah ambruk dan lainnya.
“Jadi tetap harus waspada sehingga saat terjadi musibah atau bencana alam, dampaknya dapat ditekan sekecil mungkin,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul mengalokasikan Rp967 juta untuk memperbaiki jalan depan Pasar Ngawen sekaligus membangun drainase agar tak mudah rusak.
WJNC kembali digelar pada Oktober 2026. Pemkot Jogja menargetkan 60.000 pengunjung sekaligus mendorong lama tinggal wisatawan.
JABFEST 2026 digelar 30 September-12 Oktober di The Ratan dengan menghadirkan Alissa Wahid, Martin Suryajaya hingga Saut Situmorang.
KPK menemukan sejumlah ATM dan rekening yang diduga digunakan untuk menampung setoran di lingkungan Kanwil BPN Jawa Timur.
Penyintas KDRT di Salatiga memilih bercerai demi anak setelah bertahun-tahun mengalami kekerasan dan kini bekerja di luar negeri.
Bus sekolah Gunungkidul kembali melayani antar jemput sejak 7 September setelah Pemkab menyiapkan tambahan anggaran Rp270 juta.