Lereng Merapi Bersiap Panen Lebih Besar Saat Kebun Kopi Meluas
Pemkab Sleman menargetkan penambahan 110 ha kawasan budidaya Kopi Merapi pada 2026 sebagai bagian dari pengembangan industri kopi dari hulu hingga hiliri.
Foto ilustrasi lampu penerangan jalan umum yang kurang memadahi - StockCake
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sleman menyampaikan kebutuhan pembayaran listrik untuk seluruh penerangan jalan umum (PJU) dan penerangan permukiman di Sleman menyedot APBD hingga Rp44 miliar dalam setahun. Tarif tersebut normal, tidak pembengkakan anggaran.
BACA JUGA: Tagihan Listrik Penerangan Kampung di Bantul Membengkak
Kepala Bidang Sarana Prasarana Dishub Sleman, Wahyu Estijanto, mengatakan alokasi APBD untuk pembayaran tarif listrik baru diplot untuk sembilan bulan dengan besaran Rp36 miliar. Sisanya akan dianggarkan di APBD Perubahan.
“Per bulan, Sleman bisa menghabiskan Rp3,7 miliar untuk bayar listrik penerangan jalan umum dan permukiman,” kata Wahyu ditemui di kantornya, Senin (7/7/2025).
Wahyu menambahkan ada sekitar 26.000 titik penerangan permukiman dan PJU baik Jalan Nasional, Provinsi, maupun Kabupaten. Dia menegaskan tidak ada pembengkakan anggaran. Guna mencegah pembengkakan akibat perluasa jaringan listrik ilegal, Dishub rutin melakukan monitoring lapangan.
Kata dia, sempat ada warung di Kawasan Denggung yang menarik jaringan listrik dari listri PJU. Hal ini bukan saja ilegal namun juga membahayakan.
Ihwal pengadaan PJU pada 2025, Dishub masih melakukan perencanaan dokumen. Paling tidak pengadaan dilakukan akhir Juli 2025 melalui e-katalog.
“Kalau ada kabel yang mungkin tertimpa dahan dan jaringannya putus kami akan langsung tidak lanjuti. Masyarakat juga bisa lapor,” katanya.
Teknisi Lapangan Bidang Sarana Prasarana Dishub Sleman, Adi Priyambodo, mengatakan kabel PJU milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman juga pernah menjadi sasaran pencurian. Kabel tersebut ada dua jenis, yaitu kabel dx dan pertanahan/ kabel tanam.
“Kabel dx pernah hilang 500 meter di Moyudan. Padahal per meter Rp10.000. Totalnya ya berarti Rp1 juta. Kabel ini untuk menghubungkan antarlampu ke panel,” kata Adi.
Adapun kabel NYY/ pertanahan 5 kilogram (kg) atau sepanjang 4.000 meter juga sempat hilang di Fly Over Jombor pada 2022.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Sleman menargetkan penambahan 110 ha kawasan budidaya Kopi Merapi pada 2026 sebagai bagian dari pengembangan industri kopi dari hulu hingga hiliri.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 31 Juli 2026 tersedia 15 perjalanan. Tarif tetap Rp8.000 dengan layanan dari Yogyakarta hingga Palur.
Pemkab Kulon Progo dan BBWS Serayu Opak mengeruk Sungai Serang untuk mitigasi banjir sekaligus memanfaatkan sedimen bagi infrastruktur Porda DIY 2027.
DPC PDIP Sleman menggelar sarasehan dan nobar film Kudatuli di Minggir sebagai pendidikan politik serta penguatan soliditas kader menuju Pemilu 2029.
PSS Sleman memastikan seluruh pemain lokal anyar telah tiba di Sleman dan menjalani MCU. Persiapan tim terus dimatangkan untuk musim kompetisi 2026.
Citilink mengoperasikan 43 pesawat hingga Juni 2026. Dukungan Danantara mendorong transformasi Garuda Indonesia Group dan ekspansi rute.