Warga Bantul Pangkas Belanja hingga Berburu Promo untuk Bertahan
Tekanan ekonomi membuat pekerja di Bantul memangkas belanja, berburu promo, memilih barang pre-loved, dan mencari pekerjaan tambahan.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, BANTUL - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul telah memasang kamera pengawas di sembilan titik lokasi pembuangan sampah liar sejak tiga minggu lalu.
Berdasarkan pantauan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bantul, mulai 24 Juni hingga 8 Juli tercatat 26 orang terpantau kamera saat membuang sampah sembarangan di titik-titik tersebut.
Kepala Satpol PP Bantul, Jati Bayu Broto mengatakan bahwa kemungkinan pelaku pembuang sampah lebih dari itu, karena jika baterai CCTV sedang habis maka pembuang sampah liar tidak bisa terekam.
"Ada jeda waktu CCTV mati karena baterai harus dicas, jadi tidak semuanya bisa terekam, kemungkinan lebih dari 26 orang," kata Broto Minggu (13/7).
Kendati demikian, hingga kini Satpol PP belum bisa melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap para pelanggar tersebut.
BACA JUGA: Bentrokan Warga dengan Kelompok Pesilat di Tamantirto Bantul, 4 Orang Terluka
Pasalnya, identitas orang-orang yang terekam kamera tidak tertangkap secara detail sehingga petugas kesulitan mengenali pelaku pembuangan sampah liar.
Satpol PP pun masih menganalisis pola-pola waktu pembuangan sampah yang terekam kamera. Langkah ini penting untuk menentukan strategi OTT secara tepat.
“Kita melakukan evaluasi pola pembuangan rata-rata di jam berapa, malam hari atau dini hari, dan ciri-ciri pelakunya,” ujar Jati.
Selain itu, pelaksanaan OTT masih menunggu kesiapan anggaran dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul sebagai pihak yang mendukung penanganan teknis di lapangan.
Rekaman CCTV dan data hasil evaluasi pola buang sampah nantinya akan dijadikan dasar untuk menentukan jadwal OTT di titik-titik rawan.
Kepala DLH Bantul, Bambang Purwadi Nugroho, mengungkapkan pihaknya belum bisa memastikan seberapa besar dampak pemasangan kamera pengawas terhadap pengurangan sampah liar.
Menurutnya, data pasti baru dapat diperoleh setelah pemantauan dilakukan selama tiga bulan.
"Saat ini DLH Bantul masih melakukan pendataan dan tim teknis masih mencermatinya," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tekanan ekonomi membuat pekerja di Bantul memangkas belanja, berburu promo, memilih barang pre-loved, dan mencari pekerjaan tambahan.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 24 Oktober 2026 tersedia dalam 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif tiket Rp8.000.
Pemda DIY berencana membuka Konsulat Kehormatan Meksiko di Royal Ambarrukmo untuk memperkuat kerja sama pendidikan, seni, dan budaya.
Dua tahun Prabowo-Gibran, pariwisata Indonesia makin merata. Kunjungan wisatawan tumbuh di Danau Toba, Manado-Likupang, dan desa wisata.
Dinhub Banyumas menertibkan parkir berbayar di minimarket berjaringan setelah menerima aduan warga. Kebijakan parkir gratis berlaku sejak 1 Oktober 2026.
Prancis menyiagakan lebih dari 60.000 personel keamanan menjelang demo nasional, termasuk peserta pelatihan akademi polisi untuk menjaga fasilitas publik.