345 Keluarga Miskin Ekstrem Bantul Dibekali Modal Usaha dan Pelatihan
DKUKMPP dan BAZNAS Bantul membekali 345 keluarga miskin ekstrem dengan pelatihan dan modal usaha Rp2 juta untuk meningkatkan kemandirian ekonomi.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, BANTUL - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul telah memasang kamera pengawas di sembilan titik lokasi pembuangan sampah liar sejak tiga minggu lalu.
Berdasarkan pantauan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bantul, mulai 24 Juni hingga 8 Juli tercatat 26 orang terpantau kamera saat membuang sampah sembarangan di titik-titik tersebut.
Kepala Satpol PP Bantul, Jati Bayu Broto mengatakan bahwa kemungkinan pelaku pembuang sampah lebih dari itu, karena jika baterai CCTV sedang habis maka pembuang sampah liar tidak bisa terekam.
"Ada jeda waktu CCTV mati karena baterai harus dicas, jadi tidak semuanya bisa terekam, kemungkinan lebih dari 26 orang," kata Broto Minggu (13/7).
Kendati demikian, hingga kini Satpol PP belum bisa melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap para pelanggar tersebut.
BACA JUGA: Bentrokan Warga dengan Kelompok Pesilat di Tamantirto Bantul, 4 Orang Terluka
Pasalnya, identitas orang-orang yang terekam kamera tidak tertangkap secara detail sehingga petugas kesulitan mengenali pelaku pembuangan sampah liar.
Satpol PP pun masih menganalisis pola-pola waktu pembuangan sampah yang terekam kamera. Langkah ini penting untuk menentukan strategi OTT secara tepat.
“Kita melakukan evaluasi pola pembuangan rata-rata di jam berapa, malam hari atau dini hari, dan ciri-ciri pelakunya,” ujar Jati.
Selain itu, pelaksanaan OTT masih menunggu kesiapan anggaran dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul sebagai pihak yang mendukung penanganan teknis di lapangan.
Rekaman CCTV dan data hasil evaluasi pola buang sampah nantinya akan dijadikan dasar untuk menentukan jadwal OTT di titik-titik rawan.
Kepala DLH Bantul, Bambang Purwadi Nugroho, mengungkapkan pihaknya belum bisa memastikan seberapa besar dampak pemasangan kamera pengawas terhadap pengurangan sampah liar.
Menurutnya, data pasti baru dapat diperoleh setelah pemantauan dilakukan selama tiga bulan.
"Saat ini DLH Bantul masih melakukan pendataan dan tim teknis masih mencermatinya," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DKUKMPP dan BAZNAS Bantul membekali 345 keluarga miskin ekstrem dengan pelatihan dan modal usaha Rp2 juta untuk meningkatkan kemandirian ekonomi.
Nvidia memperkenalkan AI synthetic video detector yang mampu mendeteksi video deepfake hanya dalam 22 milidetik dengan akurasi hingga 92 persen.
Doomscrolling adalah kebiasaan membaca berita negatif secara berlebihan di media sosial yang dapat memicu stres, kecemasan, insomnia hingga gangguan kesehatan j
PSIM Jogja menyiapkan 6-7 laga uji coba sepanjang Agustus 2026 untuk mematangkan tim menghadapi Super League 2026/2027. Seluruh laga direncanakan digelar di Jog
Sudaryono yang dipercaya memimpin Badan Gizi Nasional tercatat memiliki aset Rp69,33 miliar dan utang Rp60,47 miliar. Berikut rincian lengkap harta kekayaannya.
Meta menguji StoryKit, aplikasi AI yang mampu membuat dongeng anak otomatis hanya dari foto, karakter, dan pesan moral. Inovatif, namun memicu perdebatan soal k