Pemkot Jogja Perkuat Talut di Enam Titik Sungai untuk Cegah Longsor
Pemkot Jogja menganggarkan Rp5 miliar untuk memperkuat talud di enam titik sungai guna mengantisipasi longsor dan gerusan aliran air.
Foto Ilustrasi pelaksanaan MPLS. /Harian Jogja-Andreas Yuda Pramono.
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Jogja memastikan tidak ada kekerasan selama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) 2025. Dinas telah meminta setiap sekolah mengedukasi siswa baru dengan berbagai materi yang diperlukan untuk dapat menyesuaikan diri di setiap sekolah.
Kepala Disdikpora Kota Jogja, Budi Santoso Asrori memastikan tidak ada kekerasan yang terjadi pada MPLS kali ini. Pasalnya telah diterbitkan surat edaran No.100.3.4/5534 yang mengatur agar MPLS digelar dengan ramah atau tanpa kekerasan. Dalam edaran tersebut, kegiatan yang mengarah pada kekerasan dilarang dilakukan.
Beberapa kegiatan lain yang dilarang selama MPLS antara lain memberikan tugas yang tidak masuk akal kepada siswa baru, melakukan kegiatan yang tidak diawasi guru, menggunakan atribut yang tidak edukatif dan relevan, dan membentuk peleton inti.
BACA JUGA: Mentan: Kerugian Akibat Beras Oplosan Capai Rp99 Triliun dalam Setahun
"Kami melakukan monitoring pelaksanaan MPLS di seluruh jenjang," katanya, Senin (14/7/2025).
Pada MPLS 2025, dinas berupaya menanamkan pendidikan karakter terhadap siswa baru. Beberapa karakter yang berupaya ditanamkan antara lain keagamaan, gotong royong, dan integritas.
Selain itu, MPLS akan digelar dengan materi terkait bahaya narkotika dan pinjaman online untuk mengedukasi siswa terhadap dua permasalahan yang marak dialami remaja. Pihaknya juga melakukan kerja bakti rutin setiap Jumat di lingkungan sekolah.
"Ini upaya kita untuk menanamkan pendidikan karakter terhadap anak-anak," katanya.
MPLS di Kota Jogja digelar selama lima hari untuk mengenalkan siswa kepada lingkungan sekolah. Dengan begitu dia berharap agar siswa baru tidak mengalami kendala dalam mengikuti pembelajaran di sekolah nantinya.
Tahun ini, ada 7.870 orang siswa baru jenjang SMP dan 6.800 orang siswa jenjang SD, dan sekitar 5.000 orang siswa TK yang melakukan MPLS tahun ini.
Kepala SMPN 1 Jogja, Yosepha Niken Sasanti memastikan di sekolahnya tidak ada unsur kekerasan dalam MPLS. "Tidak ada istilah senior dan junior," katanya.
Menurutnya, sekolah tersebut menggelar MPLS dengan tujuan untuk membuat siswa baru nyaman di sekolah. Dari situ menurutnya siswa dapat menikmati pembelajaran di sekolah tersebut. Beberapa materi dalam MPLS yang diberikan kepada siswa baru antara lain terkait judi online, narkoba, bullying, dan kenakalan remaja.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Jogja, Yunianto Dwi Sutono berharap agar siswa baru dapat menyesuaikan diri di sekolah baru. "Pesannya bahwa anak SD segera bisa menyesuaikan yang baru karena perjuangan mendapat SMP kompetisinya luar biasa," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Jogja menganggarkan Rp5 miliar untuk memperkuat talud di enam titik sungai guna mengantisipasi longsor dan gerusan aliran air.
Pemkab Banyumas menunggu hasil investigasi Polresta Banyumas terkait ambruknya tribun VIP Drift Speed Fest di Purwokerto. Korban sementara mencapai sekitar 90 o
PT Pegadaian (Persero) kembali membuktikan ketangguhannya sebagai salah satu pilar keuangan nasional dengan membukukan kinerja positif hingga 30 Juni 2026
Cari mobil bekas irit dan minim biaya perawatan? Simak 5 rekomendasi mobil bekas non-LCGC yang terkenal bandel, hemat BBM, dan ramah di kantong.
Jepang resmi mengubah sistem tax free mulai 1 November 2026. Wisatawan asing wajib membayar pajak saat belanja dan mengajukan refund saat meninggalkan Jepang.
Film The Odyssey karya Christopher Nolan menembus 1,06 juta penonton di Indonesia hanya dalam sepekan. Film epik mitologi Yunani ini masih memimpin box office n