Skema Droping Air di Gunungkidul Berubah, Kapanewon Jadi Prioritas
BPBD Gunungkidul mengubah skema droping air bersih dengan memprioritaskan anggaran kapanewon menghadapi kemarau panjang 2026.
Ilustrasi Salah satu Pasar Murah yang digelar . – Antara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul menggelar pasar murah di aula Kapanewon Paliyan, Selasa (15/7/2025). Selain untuk memenuhi kebutuhan pokok bagi Masyarakat, juga sebagai upaya menekan laju inflasi.
Kepala Dinas Perdagangan Gunungkidul, Kelik Yuniantoro mengatakan, penyelenggaraan pasar murah di Kapanewon Paliyan berjalan dengan lancar. Total ada lima ton komoditas pangan terdiri dari beras, telur, minyak goreng, gula pasir hingga tepung terigu.
“Antusias warga bagus karena banyak yang datang mengikuti program pasar murah,” kata Kelik, Selasa siang.
Menurut dia, harga jual komoditas yang dibeli Masyarakat lebih rendah ketimbang harga di pasaran. Pasalnya, di setiap komoditas ada subsidi sebesar Rp3.500 per kilonya.
“Memang tujuannya agar bisa terjangkau oleh Masyarakat sehingga ada subsidi yang diberikan untuk penyelenggaraan pasar murah,” katanya.
Mantan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika ini menambahkan, tujuan diselenggarakannya pasar murah untuk memberikan kemudahan bagi Masyarakat guna mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga murah. Selain itu, juga sebagai upaya menekan laju inflasi di Kabupaten Gunungkidul.
“Tujuan lain juga sebagai upaya menekan angka kemiskinan karena bisa meringankan beban Masyarakat dengan membeli harga lebih murah ketimbang harga di pasaran,” imbuh dia.
Wakil Bupati Gunungkidul, Joko Parwoto menyambut baik digelarnya pasar murah di Kapanewon Paliyan. Program ini sebagai bentuk dari kehadiran pemerintah untuk memberikan harga pangan yang murah dan terjangkau di Masyarakat.
“Pasar murah menjadi bagian dari ikhtiar kita bersama dalam menjaga stabilitas harga, menjamin ketersediaan bahan pokok, dan mengendalikan inflasi di daerah,” kata Joko.
Ia berpendapat, fluktuasi harga bahan pokok sangat berdampak pada daya beli masyarakat. Oleh karena itu, melalui kerja sama dengan pelaku usaha dan distributor sehingga dapat menghadirkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
“Program ini juga sebagai cerminan semangat gotong royong dan kebersamaan di Kabupaten yang kita cintai,” kata Joko.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul mengubah skema droping air bersih dengan memprioritaskan anggaran kapanewon menghadapi kemarau panjang 2026.
Program Mas Jos di Tegalpanggung Jogja berhasil menekan volume sampah. Sistem transporter dan bank sampah kini berjalan lebih tertata.
Mobil listrik bekas makin diminati di tengah kenaikan harga BBM. Penjualan mobil diesel bekas justru melambat di pasar otomotif domestik.
Demo ojol Jogja hari ini berpotensi memicu kemacetan di Malioboro, Tugu, dan Ringroad Utara Sleman. Simak rute lengkap aksi damai driver online.
Jadwal SIM keliling Bantul Mei 2026 dibuka di Manding, Gilangharjo, dan Wukirsari. Cek lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM.
Polisi menduga teror pocong di Tangerang merupakan modus pencurian dan perampokan. Warga diminta aktifkan ronda dan siskamling.