Sepekan Dikelola KAI Commuter, Penumpang KA Bandara YIA Capai 8.000 per Hari
Sepekan dikelola KAI Commuter, KA Bandara YIA melayani hingga 8.000 penumpang per hari saat akhir pekan dengan 50 perjalanan.
Beberapa gerobak sampah berjejer di depan depo pembuangan sampah sementara di samping Stadion Mandala Krida, Umbulharjo, Jogja./Harian Jogja-Sirojul Khafid
Harianjogja.com, JOGJA–Produksi sampah yang dihasilkan Kota Jogja masih melebihi kemampuan untuk mengelolanya, Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja menguji coba pemilahan sampah dari setiap transporter untuk mengurangi volume sampah yang diangkut ke Unit Pengelolaan Sampah (UPS).
Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja, Agus Tri Haryono menuturkan produksi sampah di Kota Jogja masih melebihi kemampuan Pemkot Jogja untuk mengelolanya. Dia menuturkan produksi sampah di Kota Jogja mencapai sekitar 250-260 ton per hari. Sementara kemampuan Pemkot Jogja untuk mengelola sampah secara mandiri masih berkisar 190-200 ton per hari.
“Sehingga diperlukan pengurangan sampah di hulu atau sumbernya sekitar 60-70 ton per hari,” ujarnya, belum lama ini.
Agus menuturkan Pemkot Jogja tengah menerapkan kebijakan agar transporter atau penggerobak memilah sampah organik, anorganik, dan residu sebelum mengangkutnya ke depo sampah. Dia menilai pemilahan sampah tersebut dapat menekan volume sampah yang dibuang ke UPS.
“Ini dapat menekan volume sampah yang dibawa ke UPS, ketika sampah yang dibawa penggerobak ke depo sudah terpilah,” katanya.
Dia menyebut pemilahan sampah yang dilakukan transporter tersebut telah berhasil menekan volume sampah yang ada di Depo Kotabaru. Dengan penerapan kebijakan tersebut, volume sampah berkurang sekitar 1 ton-1,3 ton per hari.
Sementara itu, menurut Agus, pemilahan sampah lanjutan juga dilakukan di setiap depo. Dari kebijakan tersebut menurut Agus, sampah dari Depo Mandala Krida, Purawisata dan Lapangan Karang yang dikelola melalui UPS menurun sekitar 0,7 ton-1 ton per hari.
Diketahui selama ini sampah residu dikelola melalui UPS, sementara sampah organik dikelola melalui offtaker, dan anorganik dikelola melalui bank sampah. Agus menilai ketiak sampah anorganik telah terpilah dan dapat disalurkan melalui bank sampah sebelum dibuang ke depo, dan sampah organik dapat dikelola masyarakat secara mandiri di setiap rumah tangga, maka volume sampah di depo tersebut pun berkurang.
“Apalagi ketika sampah rumah tangga yang dibawa penggerobak sudah terpisah, tidak ada plastik dan kaca yang masuk ke depo,” ujarnya.
Sementara Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo menilai pemilahan sampah dari transporter dan depo tersebut mampu mengurangi volume sampah yang ada.
“Kombinasi memilah di depo dan di penggerobak secara bertahap terpilahnya mulai dari rumah, sehingga lebih banyak mengurangi sampah yang dibawa ke UPS,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sepekan dikelola KAI Commuter, KA Bandara YIA melayani hingga 8.000 penumpang per hari saat akhir pekan dengan 50 perjalanan.
DPC Gerindra Sleman membangun kantor permanen di Jalan Magelang. Ditargetkan rampung Februari 2027 dan menjadi rumah aspirasi masyarakat.
SNTL 2026 mempertemukan akademisi, pemerintah, industri, dan mitra untuk membahas teknologi dan manajemen lingkungan berkelanjutan.
Malaysia menang 6-0 atas Singapura, tetapi gagal ke final FIFA ASEAN Cup 2026 setelah Indonesia menang 9-2 atas Bangladesh.
Indonesia menang 9-2 atas Bangladesh dan lolos ke final FIFA ASEAN Cup. Mitchell Baker mencetak lima gol dalam pesta gol Garuda.
UU Terorisme masih didominasi pidana dan pemenjaraan 77 persen. Pakar UMY mendorong penguatan deradikalisasi dan reintegrasi sosial.