Gunungkidul Tak Kebagian Kuota Transmigrasi 2026, Ini Penyebabnya
Gunungkidul dipastikan tidak memberangkatkan peserta transmigrasi pada 2026 karena minimnya kuota yang diterima DIY. Padahal, masih ada sekitar 30 kepala keluar
Seorang pengendara sendang melintasi tanjakan Clongop di Kapanewon Gedangsari. Foto diambil 8 Februari 2023. (Harian Jogja/David Kurniawan)
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Gunungkidul, Mohammad Arif Aldian memastikan adanya penurunan pagu dana keistimewaan (Danais) yang digelontorkan Pemerintah DIY di tahun ini.
Menurutnya, pemangkasan Danais dilakukan karena terdampak efisiensi anggaran yang diterapkan Pemerintah Pusat melalui Instruksi Presiden No.1/2025. Dia menjelaskan, sebelum ada kebijakan pemangkasan, di Kabupaten Gunungkidul mendapatkan bantuan keuangan khusus (BKK) dana keistimewaan sebesar Rp41,56 miliar.
"Namun, dengan adanya efisiensi maka ada pengurangan menjadi Rp30,29 miliar. Pengurangan Danais sekitar Rp11,47 miliar,” katanya, Selasa (23/7/2025).
Menurut Aldian, pemangkasan Danais sudah sesuai dengan ketentuan didalam edaran yang dikeluarkan oleh Kementerian Dalam Negeri. Sejumlah program yang terkena efisiensi meliputi anggaran perjalanan dinas, selanjutnya ada kegiatan seremonial dan lainnya.
“Kita sesuaikan dengan aturan yang diinstruksikan oleh Pemerintah Pusat. Yang jelas, alokasj Danais memang banyak pengurangan karena kebijakan efisiensi yang diterapkan seperti tertuang dalam Inpres No.1/2025,” katanya.
Menurut dia, secara garis pemanfaatan Danais di Kabupaten Gunungkidul sudah berjalan dengan baik. Pemanfaatan tidak hanya diperuntukan dalam urusan kebudayaan karena juga ada dalam program infrastruktur seperti pembangunan jalan baru di Tanjakan Clongop, pembuatan jembatan Dungwanglu di Banyusoco, Kapanewon Playen hingga Bantuan Keuangan Khusus (BKK) bagi kalurahan di Bumi Handayani.
“Banyak manfaat yang diperoleh dari akses Danais yang bisa dirasakan hingga saat ini. Jadi, tidak hanya berkaitan dengan urusan kebudayaan, tapi juga ada sektor lain yang masuk dalam pendanaan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul dipastikan tidak memberangkatkan peserta transmigrasi pada 2026 karena minimnya kuota yang diterima DIY. Padahal, masih ada sekitar 30 kepala keluar
Jadwal DAMRI Bandara YIA Minggu 26 Juli 2026 lengkap dengan rute ke Sleman, Kota Jogja, Gamping, Condongcatur, dan tarif Rp80.000.
Bupati Sleman Cup 2026 diikuti 148 pegolf dari berbagai daerah. Turnamen ini menjadi strategi Pemkab Sleman memperkuat sport tourism dan pembinaan atlet.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Minggu 26 Juli 2026 lengkap dari Stasiun Tugu Yogyakarta dan Kutoarjo. Simak jam keberangkatan terbaru.
Pemasangan girder Tol Jogja-Solo di Kalasan pada 27 Juli 2026 memicu penyempitan Jalan Jogja-Solo. Simak jadwal dan jalur alternatifnya.
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Minggu 26 Juli 2026. Simak jam keberangkatan pulang pergi dan tarif hanya Rp12.000.