Kemarau Panjang hingga November, Dewan Minta Pangan Gunungkidul Dijaga
DPRD Gunungkidul meminta pemkab memperkuat mitigasi dampak kemarau panjang hingga November agar pertanian dan stok pangan tetap aman.
Olahraga - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab memastikan tidak semua cabang olahraga dalam Porda diselenggarakan di arena di Gunungkidul. Pasalnya, terdapat sejumlah cabor seperti golf, dayung hingga senam lantai harus digelar di luar daerah.
Ketua Panitia Porda Gunungkidul, Choirul Agus Mantara mengatakan, persiapan venue porda sudah mencapai 95% dan tinggal finalisasi arena. Tes kesiapan untuk lokasi pertandingan berbagai cabor telah dilakukan beberapa waktu lalu.
“Memang ada sejumlah catatan untuk perbaikan dan kami komitmen untuk melakukan optimalisasi agar venue benar-benar siap dipergunakan,” kata Mantara di sela-sela peresmian Pusat Informasi dan Data Center Porda-Peparda 2025 di Taman Budaya Gunungkidul, Rabu (30/7/2025).
Sebagai tuan rumah, pihaknya berkomitmen untuk menyukseskan gelaran Porda maupun Peparda 2025. Rencananya, even dimulai ajang Peparda yang berlangsung 23-30 Agustus 2025. “Untuk Porda bakal diselenggarakan mulai 9-18 September 2025,” ungkapnya.
Mantara menambahkan, kesuksesan yang ingin diraih tidak hanya sebagai tuan rumah penyelenggara. Pasalnya, di sisi prestasi ada harapan kontingen dari Kabupaten Gunungkidul bisa meraih hasil yang maksimal.
“Untuk kesuksesan terus berkolaborasi dengan KONI dan Dinas Pemuda dan Olahraga Gunungkidul,” katanya.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, Supriyanto mengatakan, persiapan untuk venue pertandingan telah dilakukan karena hampir semuanya sudah siap. Meski demikian, ia tidak menampik ada sejumlah cabor yang pertadingannya berlangsung di luar daerah, meski Kabupaten Gunungkidul jadi tuan rumah.
Menurut dia, alasan menggunakan arena di luar daerah dikarenakan fasilitas tersebut belum tersedia di Gunungkidul. Ia mencontohkan, untuk cabor Golf akan bertempat di Kabupaten Sleman.
Hal sama untuk cabang dayung, maka penyelenggaraan akan dilaksanakan di Waduk Sermo, Kulonprogo. Selain itu, cabor futsal diselenggarakan Among Rogo atau UNY.
“Sama dengan senam lantai juga dilaksanakan di UNY karena peralatan senam kalau dipindah-pindah malah potensi bisa rusak. Makanya, lokasinya di venue yang sudah memiliki fasilitas tersebut, meski berada di luar Gunungkidul,” katanya.
Meski demikian, ia memastikan bahwa Sebagian besar arena tetap berlokasi di Gunungkidul karena sudah dilakukan berbagai persiapan. “Ada tenis, voli, pajat dinding, atletik dan lainnya diselenggarakan di Gunungkidul,” katanya.
Wakil Gubernur DIY, KGPAA Pakualam X menekankan pentingnya transparansi dan profesionalisme dalam penyelenggaraan pesta olahraga tingkat DIY ini. Salah satu kunci dari keberhasilan even tersebut adalah kecepakatan dan akurasi dalam penyampaian informasi.
“Keberadaan media center sangat dibutuhkan untuk mendukung kelancaran komunikasi, publikasi dan pelaporan hasil pertandingan. Sekaligus, jadi ruang dokumentasi perjuangan para atlet,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul meminta pemkab memperkuat mitigasi dampak kemarau panjang hingga November agar pertanian dan stok pangan tetap aman.
PSS Sleman akan kembali menjalani laga uji coba pekan ini. PSM Makassar disinyalir menjadi calon lawan setelah berlatih di Sleman.
Karhutla kembali terjadi di Seloharjo, Pundong, Bantul. Damkarmat kesulitan memadamkan api karena lokasi berada di perbukitan tanpa akses mobil.
Pelatih PSIM Jogja Jean-Paul Van Gastel menilai jadwal kompetisi musim 2026/2027 yang tidak merata. Ada periode dengan pertandingan yang menumpuk, tetapi di sis
Kawasan Kelok 23 Gunungkidul belum menarik investor. DPMPTSP menyebut pembangunan yang belum selesai menjadi salah satu penyebabnya.
Laptop lemot dapat disebabkan penyimpanan penuh, RAM terbatas, malware hingga overheating. Simak penyebab dan cara mengatasinya.