Polda DIY Asistensi Kasus Shinta Komala, Dua Perkara Diusut
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
Para pemain PSS berlatih di Lapangan Pakembinangun, Senin (28/7/2025)./Harian Jogja -- Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, SLEMAN—Para pemain PSS Sleman dipasangi perangkat GPS selama menjalani latihan. Semua pergerakan pemain tak bisa lolos dari pantauan Dirtek PSS Sleman, Pieter Huistra.
Data yang terkumpul dari perangkat akan dianalisa dan menjadi bahan penting untuk Huistra. Perangkat yang dipasang akan melacak pergerakan pemain saat latihan, berapa kecepatan yang mereka tempuh dan aspek mendetail lainnya.
"Dengan GPS, kami bisa men-tracking pemain, kami bisa melihat benar-benar apa yang mereka lakukan di latihan, berapa meter mereka [bergerak], seberapa cepat mereka," kata Huistra, Rabu (30/7/2025).
BACA JUGA: Tunggu Pencairan Modal, Koperasi Merah Putih di Bangunharjo Bantul Belum Beroperasi
Top speed maupun medium speed pemain kata Huistra juga terekam jelas dari perangkat yang disematkan kepada para pemain.
"Kami bisa melihat kecepatan maksimum, kami bisa melihat kecepatan medium mereka. Kami bisa melihat berapa banyak mereka berjalan, kami bisa mendapatkan pandangan yang baik dari apa yang pemain lakukan," ujarnya. Tak hanya itu, dengan GPS yang terpasang dalam latihan, Huistra bisa mengantongi heatmap para pemain.
Heatmap sendiri merupakan visualisasi dari area lapangan yang paling sering dijangkau oleh pemain. Semakin gelap suatu area, maka semakin sering area tersebut dijangkau atau dilewati pemain selama permainan.
"Banyak data yang kami dapat dari [GPS] itu. Kami tahu di mana mereka di lapangan, kami memiliki heatmap yang bisa kami buat dengan sistem yang kami gunakan. Kami bisa melakukan banyak hal," terangnya.
Perangkat yang dipasang juga akan memantau daya jelajah pemain saat melaksanakan pertandingan kecil di latihan. Dari data yang dilacak, Huistra bisa mengetahui mana pemain yang masih kurang dalam latihan atau yang berlebih dalam latihan.
"Itu juga membantu kami melihat apakah pemain sudah cukup [berlatih]. Tapi di sisi lain, jika mereka melakukan terlalu berlebih, kadang-kadang kami harus sedikit menenangkan mereka," ungkapnya.
Mengingat banyaknya manfaat yang bisa diraih, Huistra akan menggunakan alat ini dalam setiap latihan PSS Sleman. "Ya kami akan menggunakannya di setiap latihan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
Kasus korupsi kredit fiktif di bank BUMN Banjarmasin rugikan negara Rp4,7 miliar. Tiga terdakwa dituntut 4,5 tahun penjara.
DPP Kota Jogja periksa 1.718 hewan kurban jelang Iduladha 2026. Semua dinyatakan sehat dan layak dijual di pasar tiban.
Kecelakaan di Jalan Terong–Mangunan Bantul menewaskan pejalan kaki. Polisi sebut jarak dekat jadi penyebab utama.
KPK memeriksa Plt Bupati Tulungagung dan sejumlah kepala dinas terkait dugaan aliran uang kasus pemerasan Bupati nonaktif.
Motif pembacokan pelajar di depan SMAN 3 Jogja terungkap. Geng Vozter disebut patroli menjaga wilayah usai info tawuran.