Remaja di Berbah Dibacok Saat Pulang Mancing, Ini Kronologinya
Remaja 17 tahun di Berbah, Sleman, dibacok celurit saat pulang memancing. Polisi menangkap dua pelaku yang diduga salah sasaran.
Para pemain PSS berlatih di Lapangan Pakembinangun, Senin (28/7/2025)./Harian Jogja -- Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, SLEMAN—Para pemain PSS Sleman dipasangi perangkat GPS selama menjalani latihan. Semua pergerakan pemain tak bisa lolos dari pantauan Dirtek PSS Sleman, Pieter Huistra.
Data yang terkumpul dari perangkat akan dianalisa dan menjadi bahan penting untuk Huistra. Perangkat yang dipasang akan melacak pergerakan pemain saat latihan, berapa kecepatan yang mereka tempuh dan aspek mendetail lainnya.
"Dengan GPS, kami bisa men-tracking pemain, kami bisa melihat benar-benar apa yang mereka lakukan di latihan, berapa meter mereka [bergerak], seberapa cepat mereka," kata Huistra, Rabu (30/7/2025).
BACA JUGA: Tunggu Pencairan Modal, Koperasi Merah Putih di Bangunharjo Bantul Belum Beroperasi
Top speed maupun medium speed pemain kata Huistra juga terekam jelas dari perangkat yang disematkan kepada para pemain.
"Kami bisa melihat kecepatan maksimum, kami bisa melihat kecepatan medium mereka. Kami bisa melihat berapa banyak mereka berjalan, kami bisa mendapatkan pandangan yang baik dari apa yang pemain lakukan," ujarnya. Tak hanya itu, dengan GPS yang terpasang dalam latihan, Huistra bisa mengantongi heatmap para pemain.
Heatmap sendiri merupakan visualisasi dari area lapangan yang paling sering dijangkau oleh pemain. Semakin gelap suatu area, maka semakin sering area tersebut dijangkau atau dilewati pemain selama permainan.
"Banyak data yang kami dapat dari [GPS] itu. Kami tahu di mana mereka di lapangan, kami memiliki heatmap yang bisa kami buat dengan sistem yang kami gunakan. Kami bisa melakukan banyak hal," terangnya.
Perangkat yang dipasang juga akan memantau daya jelajah pemain saat melaksanakan pertandingan kecil di latihan. Dari data yang dilacak, Huistra bisa mengetahui mana pemain yang masih kurang dalam latihan atau yang berlebih dalam latihan.
"Itu juga membantu kami melihat apakah pemain sudah cukup [berlatih]. Tapi di sisi lain, jika mereka melakukan terlalu berlebih, kadang-kadang kami harus sedikit menenangkan mereka," ungkapnya.
Mengingat banyaknya manfaat yang bisa diraih, Huistra akan menggunakan alat ini dalam setiap latihan PSS Sleman. "Ya kami akan menggunakannya di setiap latihan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Remaja 17 tahun di Berbah, Sleman, dibacok celurit saat pulang memancing. Polisi menangkap dua pelaku yang diduga salah sasaran.
Pre-order iPhone 18 Pro dan Pro Max di Indonesia dibuka 7 Oktober 2026 pukul 09.00 WIB. Simak cara pesan dan yang perlu disiapkan.
IABI menyebut gempa Lombok Barat M5 merupakan gempa intraslab di dalam Lempeng Australia, bukan akibat sesar aktif dangkal di Lombok.
Kasus ISPA di Gunungkidul mencapai 2.296 kasus dalam sepekan saat kemarau. Dinkes mengimbau warga menjaga kesehatan dan memakai masker.
Spanyol bangkit dari ketertinggalan dan mengalahkan Kroasia 2-1. Dua gol Mikel Merino menjaga La Furia Roja tetap sempurna di Grup A3.
MK menyatakan permohonan sengketa syarat pendidikan Gibran tak dapat diterima. Mahkamah juga tak menemukan bukti ijazah setara SMA.