CKG Ungkap 60%-65% Lansia di Jogja Terdeteksi Hipertensi, Diabetes
CKG Kota Jogja menemukan 60%-65% dari 23.000 lansia yang diperiksa terdeteksi hipertensi dan diabetes.
Ilustrasi waste to energy, atau sampah jadi energi. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Kelurahan Gedongkiwo, Kemantren Mantrijeron, Kota Jogja mengelola sampah dengan menggunakan program Masyarakat Jogja Olah Sampah (Mas Jos).
Lurah Kelurahan Gedongkiwo, Sunu Sari Husada mengajak warga Gedongkiwo untuk mengolah sampah secara mandiri dengan menggunakan program tersebut. Dia menilai pengolahan sampah mulai dari sumbernya dinilai mampu menangani sampah di wilayah tersebut.
“Program Mas Jos menjadi komitmen untuk memperkuat kesadaran warga dalam mengurangi sampah dan mengelolanya secara mandiri dan berkelanjutan,” katanya, Rabu (13/8/2028).
BACA JUGA: Garuda Prabayeksa Antar Duplikat Merah Putih dan Teks Proklamasi ke Monas
Ada lima program untuk mengolah sampah yang dilakukan melalui program Mas Jos. Langkah-langkah tersebut antara lain pilah sampah sesuai jenisnya. Dalam langkah tersebut, warga Gedongkiwo dihimbau untuk memilah sampah organik dan anorganik.
Langkah selanjutnya, warga diimbau untuk menyalurkan sampah anorganik melalui bank sampah. “Saat ini di Kelurahan Gedongkiwo telah memiliki 18 bank sampah yang aktif mengolah sampah di setiap RW,” ujarnya.
Dia menilai pengolahan sampah melalui bank sampah menjadi pilar utama untuk mengurangi volume sampah warga dan meningkatkan perekonomian warga setempat. Melalui bank sampah tersebut, edukasi terkait pengolahan sampah pun diberikan kepada warga Gedongkiwo.
Langkah selanjutnya, warga mengolah sampah organik melalui berbagai metode pengolahan sampah. Saat ini menurutnya warga Gedongkiwo telah mengolah sampah organik menggunakan beberapa metode antara lain biopori paralon, biopori jumbo, komposter tanam, dan ember tumpuk.
Warga juga diharapkan menghabiskan makanan sehingga tidak menimbulkan sampah sisa makanan. Warga juga diminta menggunakan wadah secara berulang untuk mengurangi sampah anorganik.
“Dengan semakin banyak masyarakat yang memahami dan menerapkan lima langkah Mas Jos, diharapkan kesadaran masyarakat terkait pengelolaan sampah dari sumbernya meningkat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
CKG Kota Jogja menemukan 60%-65% dari 23.000 lansia yang diperiksa terdeteksi hipertensi dan diabetes.
BMKG memprakirakan hujan ringan hingga lebat di sejumlah daerah Rabu. Gelombang hingga 4 meter juga berpotensi terjadi di sejumlah perairan.
Harga emas Pegadaian hari ini, Rabu 23 September 2026, kompak turun untuk Antam, Galeri 24 dan UBS. Simak harga jual dan buyback.
Gerakan Tanam Pertanian Modern Pekalongan baru mencapai 32,5 hektare dari target 2.612 hektare hingga 22 September 2026.
Bahlil Lahadalia menawarkan PLTA Mamberamo Papua kepada investor dengan potensi 23 GW. PLTA Sungai Kayan juga ditawarkan.
SAR menemukan satu korban banjir bandang Solok dalam kondisi meninggal. Dua orang dilaporkan hilang dan pencarian terus dilanjutkan.