Pilur Serentak DIY, Warga Diminta Waspada Tak Sembarangan Serahkan Fotokopi KTP
DPRD DIY mengingatkan warga berhati-hati menyerahkan fotokopi KTP saat Pilur untuk mencegah risiko penyalahgunaan data pribadi.
Warga Gedongkiwo mengikuti pelatihan pengolahan sampah dengan program Mas Jos di Kelurahan Gedongkiwo pada Agustus 2025. (Istimewa)
Harianjogja.com, JOGJA - Kelurahan Keparakan, Kemantren Mergangsan, Jogja menggencarkan sosialisasi program Masyarakat Jogja Olah Sampah (Mas Jos) sebagai upaya meningkatkan kesadaran warga dalam memilah dan mengolah sampah sejak dari sumbernya.
Lurah Keparakan, Yusuf Ahbari, menyampaikan, sosialisasi ini bertujuan membangun partisipasi warga agar lebih aktif menjalankan lima langkah Program Mas Jos secara konsisten. Hal itu diyakini menjadi kunci untuk mengatasi persoalan sampah di wilayahnya.
Lima langkah utama program Mas Jos yang diterapkan diantaranya memilah sampah sesuai jenis, mengirimkan sampah anorganik ke bank sampah, mengolah sampah organik, menghabiskan makanan, dan menggunakan wadah berulang.
“Keberhasilan program sangat bergantung pada perubahan perilaku masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah secara mandiri, serta pentingnya sistem pendampingan yang berkelanjutan,” ujarnya, Kamis (14/8/2025).
Ia menambahkan, keberhasilan pengelolaan sampah perlu diperkuat melalui pendekatan komunitas, pendampingan berkesinambungan, dan kolaborasi antarwilayah yang disesuaikan dengan kondisi lokal masing-masing. Masyarakat juga dapat memantau aktivitas pengelolaan sampah di 45 kelurahan melalui laman masjos.id.
BACA JUGA: Jalur Trans Jogja Menuju Lokasi Wisata di Kota Jogja
Sementara itu, perwakilan Pokja 3 PKK Kota Jogja, Aisyah, menekankan pentingnya peran keluarga, khususnya ibu-ibu, dalam mendukung gerakan pengelolaan sampah rumah tangga. Ia menilai, kesadaran harus ditanamkan sejak dini di lingkungan keluarga, sementara PKK berperan sebagai mitra strategis untuk menyosialisasikan budaya olah sampah.
Menurutnya, program ini perlu terus disosialisasikan baik melalui media sosial maupun forum-forum pertemuan pengurus dan lembaga di tingkat wilayah. “Masyarakat harus berdisiplin dalam memilah sampah sesuai jenisnya agar pengelolaan bisa berjalan optimal,” kata Aisyah.
Program Mas Jos digagas oleh Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo, untuk mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam pengelolaan sampah sejak dari rumah tangga. Inisiatif ini menjadi wujud komitmen pemerintah kota dalam membangun kesadaran dan kebiasaan warga untuk mengelola sampah secara mandiri dan berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD DIY mengingatkan warga berhati-hati menyerahkan fotokopi KTP saat Pilur untuk mencegah risiko penyalahgunaan data pribadi.
Koperasi Semesta belum bisa memasok susu untuk MBG karena produksi terserap industri dan UMKM. Populasi sapi akan ditambah 200 ekor.
BPS mencatat inflasi September 2026 mencapai 3,28% secara tahunan. Program MBG turut mendorong kenaikan harga daging ayam ras.
KDMP Sendangmulyo Sleman belum diserahterimakan, tetapi ditemukan kerusakan pada drainase dan talang dalam evaluasi fisik.
BGN siap menjadi offtaker hasil perikanan untuk memenuhi kebutuhan ikan sebagai sumber protein dalam menu Makan Bergizi Gratis.
Prabowo melantik Letjen TNI Muhammad Saleh Mustofa sebagai Wamentan dalam reshuffle Kabinet Merah Putih di Istana Negara.