Sekolah Rakyat Kulonprogo Beroperasi Meski Pembangunan Belum Tuntas
Sekolah Rakyat Kulonprogo mulai beroperasi pada 31 Juli 2026 meski pembangunan fisik belum sepenuhnya rampung.
Jembatan Sesek Tembeh roboh usai Kulonprogo alami hujan deras pada Selasa (19/8/2025) sore/Istimewa
Harianjogja.com, KULONPROGO—Jembatan Sesek yang dibuat swadaya oleh Padukuhan Temben, Ngentakrejo, Lendah, Kulonprogo kini tinggal kenangan.
Hujan deras yang terjadi, Selasa (19/8/2025) membuat jembatan yang menyebrang Kali Progo itu roboh. Penyebabnya lantaran aliran air meningkat dan deras ditambah membawa materia pepohonan yang menabrak konstruksi jembatan.
Jembatan yang terbuat mayoritas dari kayu dan bambu itu tidak mampu menahan derasnya air sehingga sudah tidak bisa dilalui lagi.
BACA JUGA: Pemerintah Kalurahan Srimulyo Konsultasi ke Pemkab Bantul
"Tersangkut sampah batang pohon kelapa dari utara. Banjirnya tidak begitu besar malah roboh saat Selasa kemarin pas hujannya udah berenti," ujar warga Padukuhan Temben, Sumarno kepada wartawan, Rabu (20/8/2025).
Kondisi tersebut mengakibatkan akhirnya warga Ngentakrejo menyebrang lewat jembatan Kamijoro untuk menuju ke Bantul. Untuk membangun Jembatan Sesek lagi Sumarno masih ingin memantau prediksi dari BMKG terlebih dahulu. Kerugiannya bisa mencapai Rp15 jutaan kalau tidak ada material jembatan yang bisa diselamatkan.
"Karena banyak pengikat pilar jembatan yang dapat diamankan sehingga modal buatnya tidak terlalu besar," imbuhnya.
Kecuali ketika harus membangun jembatan yang dari awal lagi modalnya bisa mencapai Rp25 jutaan lebih. Sumarno menjelaskan, Jembatan Sesek memang selalu roboh ketika musim penghujan lantaran konstruksinya yang tidak permanen. Dia mengaku, warga Temben sangat mengharapkan adanya jembatan permanen dari pemerintah.
"Tetapi ya mau bagaimana lagi kami sih harapannya pemerintah bangunkan jembatan yang permanen karena memang layak ada di situ," ungkapnya.
Penyebabnya karena memang jaraknya akan bertambah jauh ketika dari Ngentakrejo hendak menuju Bantul. Sumarno menuturkan, kemungkinan akan membangun bersama warga lagi secara swadaya. Namun, belum dipastikan kapan akan dimulai lagi karena tetap membutuhkan biaya.
"Kami coba bahas dulu sama warga buat bikin jembatan lagi," tandasnya.
Jembatan ini baru berusia sekitar satu bulan terakhir lantaran memang kembali dibangun saat memasuki musim kemarau. Sebelumnya sempat dipasang bendera di sisi kiri dan kanan jembatan sebagai memperingati kemerdekaan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sekolah Rakyat Kulonprogo mulai beroperasi pada 31 Juli 2026 meski pembangunan fisik belum sepenuhnya rampung.
Data pariwisata DIY dinilai belum utuh. Sensus Ekonomi 2026 diharapkan memperbaiki kualitas data untuk menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran.
Kodim 0706/Temanggung menyalurkan 5.000 liter air bersih bagi warga terdampak kekeringan di Temanggung saat debit sumber air mulai menurun.
Indonesia All Stars siap menghadapi Aston Villa di SUGBK pada 1 Agustus 2026. Brandon Scheunemann masuk skuad bersama Ezra Walian, Zé Valente, dan Hokky Caraka.
RUU Perampasan Aset disebut ditolak DPR ramai di media sosial. Pengamat menegaskan pembahasan masih berjalan dan mengingatkan publik agar tidak terjebak hoaks.
Chery Q dijual mulai Rp239,9 juta di GIIAS 2026. Harga promo diperpanjang hingga 9 Agustus dengan pesanan awal melampaui 6.000 unit.