DIY Masih Relatif Aman dari Kekeringan, BNPB Siapkan Antisipasi
BNPB menyebut kondisi kekeringan DIY masih relatif aman. Pemantauan krisis air dan hotspot terus dilakukan untuk mengantisipasi bencana.
Proses pembangunan gedung baru DPRD DIY di Jalan Kenari, Muja Muju, Umbulharjo. Foto diambil Rabu (20/8/2025). Ist/ Dok. DPRD DIY
Harianjogja.com, JOGJA - Progres pembangunan gedung baru DPRD DIY di Jalan Kenari, Muja Muju, Umbulharjo saat ini telah memasuki minggu ke-22 sejak dimulai pada April 2025. Sekretaris Dewan DPRD DIY, Yudi Ismono, menyampaikan bahwa pekerjaan berjalan sesuai target bahkan disertai percepatan dengan metode konstruksi yang lebih efisien.
“Proyek yang dibangun oleh Waskita ini ada percepatan pelaksanaannya. Tidak monoton menggunakan prosedur ke atas, tapi pekerjaan dilakukan secara paralel,” ungkap Yudi, Jumat (23/8/2025).
Ia menegaskan, percepatan tersebut tidak mengurangi kualitas. Seluruh material yang digunakan sudah melalui uji laboratorium untuk memastikan ketahanan.
Dari hasil pengujian, material yang dipasang justru berada di atas rata-rata standar yang ditetapkan. “Alhamdulillah semua material di sana berada pada di atas rata-rata hasil uji,” katanya.
Dengan kualitas tersebut, Yudi optimistis gedung DPRD DIY yang baru akan memiliki umur pakai lebih panjang. Perhitungan ketahanan juga sudah mempertimbangkan dinamika kegempaan di DIY selama setengah abad terakhir. Bahkan, standar konstruksi dibuat di atas kemampuan menahan gempa 8 skala richter.
BACA JUGA: Berdiri Sejak 1985, Begini Kondisi Toko Buku Raja Murah Jogja
“Kita sudah mempertimbangkan juga dinamika atau fluktuasi keterjadian gempa selama 50 tahun terakhir. Kalau kemarin ada standar tahan gempa di atas 8 skala richter, maka kira-kira gedung DPRD ini berada di atasnya sedikit,” jelasnya.
Saat ini progres pekerjaan masih terus dipacu. DPRD DIY menargetkan pada Desember 2025 mendatang capaian pembangunan sudah mencapai 55 persen.
“Insya Allah selesai tepat waktu. Total waktu yang digunakan untuk pembangunan gedung DPRD itu 21 bulan,” tambah Yudi.
Sebagai informasi, pembangunan gedung DPRD DIY dimulai pada April 2025 dan ditargetkan selesai Desember 2026. Proyek ini berdiri di atas lahan seluas 51.174 meter persegi dengan luas bangunan mencapai 26.336 meter persegi. Bangunan berlantai enam dengan tinggi 32 meter tersebut dikerjakan oleh Waskita KSO Citra dengan nilai kontrak Rp293,8 miliar melalui APBD DIY.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BNPB menyebut kondisi kekeringan DIY masih relatif aman. Pemantauan krisis air dan hotspot terus dilakukan untuk mengantisipasi bencana.
Hiromu Tanaka terkesan dengan atmosfer suporter PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo yang dinilainya tak kalah luar biasa dari Jepang.
Sebanyak 19 siswa Sekolah Tumbuh mengikuti Club Coding dan Robotik selama dua semester untuk memperkuat pembelajaran KKA.
BMKG menyebut gempa M7,7 NTT dipicu sesar naik busur belakang Flores yang berpotensi menghasilkan gempa hingga M7,9.
Gempa M7,7 di NTT merobohkan bangunan di Pelabuhan Lorens Say Maumere. Tiga korban dievakuasi, satu meninggal dunia.
Pieter Huistra menilai PSS Sleman berada di jalur tepat untuk membangun permainan dominan menjelang Super League 2026/2027.