Pria Bantul Bakar Rumah Orang Tua Gara-gara Tak Diberi Rp15 Juta
Pria berinisial MN diduga membakar kamar rumah orang tuanya di Kasihan, Bantul, usai permintaan uang Rp15 juta tak terpenuhi. Polisi menyelidiki kasus ini.
Wisatawan sedang bermain air di pantai Parangtritis Bantul./ Harian Jogja - Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL – Perwakilan Board of Investment (BOI) Thailand, lembaga pemerintah di bawah Kantor Perdana Menteri Thailand, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Bantul untuk menjajaki peluang investasi sekaligus melihat langsung iklim usaha di wilayah ini.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bantul, Annihayah mengatakan, kunjungan tersebut masih dalam tahap penjajakan dan belum dipastikan sektor yang akan digarap.
“Rencana hasil kunjungan ini akan disampaikan ke calon investor di Thailand. Jadi, apakah nanti swasta atau pemerintah yang masuk, kami sama-sama menunggu,” ujarnya, Rabu (27/8/2025).
BACA JUGA: Kasus Mafia Tanah Mbah Tupon Bantul Segera Dilimpahkan ke Pengadilan
Dalam kunjungan itu, utusan BOI Thailand diajak melihat langsung perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) yang telah lama beroperasi di Bantul, yakni PT Komitrando, perusahaan asal Korea Selatan yang bergerak di bidang industri kreatif pembuatan tas berbahan kulit dan PT. IGP Internasional di Srimulyo, Piyungan, perusahaan kerajinan tangan, anak perusahaan Sansico Group, yang juga aktif menembus pasar ekspor.
“Menurut pemilik Komitrando, selama lebih dari 20 tahun berinvestasi di Bantul, mereka mendapat banyak kemudahan dan benefit dari pemerintah,” ungkap Annihayah.
Paparan mengenai potensi daerah, termasuk keberadaan Kawasan Industri di Bantul, disebut menarik perhatian utusan Thailand. “Ketika mendengar paparan saya, ada ketertarikan untuk berinvestasi di sektor pariwisata. Tapi kami masih menunggu kelanjutan komunikasi mereka,” jelasnya.
Sementara itu, kinerja investasi di Bantul menunjukkan tren positif. Hingga triwulan II 2025, realisasi investasi mencapai Rp363,3 miliar atau 53,04 persen dari target tahunan Rp685 miliar. Subsektor unggulan yang mendominasi investasi adalah industri tekstil, perdagangan dan reparasi, transportasi, pergudangan dan komunikasi, industri makanan, serta sektor lainnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pria berinisial MN diduga membakar kamar rumah orang tuanya di Kasihan, Bantul, usai permintaan uang Rp15 juta tak terpenuhi. Polisi menyelidiki kasus ini.
Presiden Prabowo akan meresmikan program listrik desa sebelum 14 Agustus 2026. Sebanyak 1.400 desa telah tersambung listrik sepanjang 2025.
Purbaya Yudhi Sadewa mengaku belum menerima arahan Presiden Prabowo terkait bursa calon Gubernur BI setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri.
Kebakaran Pasar Sidoharjo Bayat Klaten menghanguskan dagangan pedagang. Pemkab Klaten menyiapkan solusi agar pedagang segera berjualan kembali.
Kasus kekerasan di Sleman turun menjadi 286 pada 2025, namun KDRT masih mendominasi. Pemkab memperkuat pencegahan melalui keluarga dan RBI.
YIA menyerahkan perahu karet dan motor tempel kepada relawan SAR untuk memperkuat kesiapsiagaan bencana di pesisir Kulonprogo.