Target RPJMD DIY Dikejar di Tahun Terakhir, Kemiskinan Jadi Tantangan
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Ratusan mahasiswa Universitas Amikom Jogja mengikuti doa bersama dan menyalakan lilin untuk Rheza Sendy Pratama, di Kampus Amikom Jogja, Kamis (4/9/2025)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, SLEMAN–Ratusan mahasiswa Amikom Jogja mengikuti salat ghaib dan doa bersama dan menyalakan 1.000 lilin untuk almarhum Rheza Sendy Pratama, Kamis (4/9/2025). Mereka mendoakan agar Rheza yang telah gugur dan tetap berkomitmen melanjutkan perjuangannya.
Prosesi dimulai dengan salat ghaib yang diikuti oleh para mahasiswa yang beragama Islam. Kemudian dilanjutkan dengan tausiyah dan doa bersama, memberikan bunga dan menyalakan lilin yang diikuti oleh seluruh mahasiswa.
Ketua BEM Universitas Amikom Jogja, Alfito Afriansyah, menjelaskan Kepergian almarhum Rheza bukan hanya duka untuk keluarga keluarga besar mahasiswa Amikom Jogja dan seluruh mahasiswa Indonesia. “Sore hari ini kita menggelarkan gerakan solidaritas 1000 lilin untuk mendoakan almarhum dan menuntut keadilan untuk almarhum,” katanya.
Kegiatan ini didasari suara mahasiswa Amikom Jogja yang peduli keadilan dan berharap agar tidak ada lagi mahasiswa yang menjadi korban brutalitas aparat. “Kita kehilangan satu kawan juang, tapi bukan berarti kita kehilangan daya juang,” tegasnya.
Dalam pernyataan sikapnya, ia bersama mahasiswa Amikom Jogja mengecam represifitas oleh aparat kepolisian saat demonstrasi sehingga timbulnya korban jiwa. “Polisi seharusnya melindungi rakyat, bukan menebar ketakutan,” ujarnya.
BACA JUGA: Influencer, Musikus hingga Warga Sipil Serahkan Tuntutan ke DPR, Ini Isinya
Pihaknya menuntut Polda DIY segera mengusut tuntas penyebab kematian Rheza secara transparan, akuntabel dan terbuka. “Kami mendesak pemerintah RI bertanggung jawab penuh atas jatuhnya korban jiwa dalam aksi demonstrasi dan berikan jaminan hak konstitusional kepada rakyat Indonesia,” katanya.
Wakil Rektor 3 Universitas Amikom Jogja, Ahmad Fauzi, menyampaikan duka cita yg mendalam atas berpulangnya Rheza Sendy Pratama dalam peristiwa demonstrasi. “Kami menyampaikan kepada keluarga atau yang mewakili, belasungkawa duka cita yang mendalam, mudah-mudahan almarhum Rheza diterima di sisi Allah SWT,” ungkapnya.
Rheza adalah simbol perjuangan mahasiswa di dalam menegakkan dan menuntut keadilan, kejujuran, kesejahteraan, penegakan hukum di Indonesia. “Tujuan itu mulia dan baik. Hari ini yang hadir juga tujuannya mulia. Oleh karena itu kami minta mahasiswa mengikuti acara dengan baik dan tertib, setelah selesai kembali ke rumah masing-masing dalam keadaan baik,” ujarnya.
Seperti diketahui, Rheza merupakan mahasiswa Amikom Jogja yang meninggal saat terjadi kericuhan dalam aksi di depan Polda DIY, Minggu (31/8/2025) pagi. Saat ini Polda DIY tengah mengusut kejadian ini dan memeriksa anggotanya yang diduga terlibat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Gempa Sukabumi Magnitudo 4,5 mengguncang Jawa Barat akibat aktivitas sesar aktif bawah laut, BMKG pastikan belum ada gempa susulan.
DPAD DIY mengakuisisi untuk mengelola arsip termasuk arsip pribadi, seniman, budayawan dan arsip-arsip yang menyimpan memori kolektif.
Identitas 11 bayi yang ditemukan di Pakem Sleman masih ditelusuri Pemkab Sleman untuk penerbitan dokumen resmi dan asal-usul bayi.
Bank Indonesia mencatat pertumbuhan utang luar negeri Indonesia triwulan I 2026 melambat, dengan rasio ULN terhadap PDB turun menjadi 29,5 persen.
KPK menjadwalkan ulang pemeriksaan Muhadjir Effendy dalam kasus dugaan korupsi kuota haji setelah saksi meminta penundaan.