Musim Ubur-Ubur Tiba Wisatawan Pantai Glagah Perlu Waspada
Dua anak tersengat ubur-ubur api di Pantai Glagah. Wisatawan diminta waspada karena musim kemunculan rawe masih berlangsung hingga Agustus.
LOGO HUT Kabupaten Kulonprogo yang dikritisi warganet./ Instagram @pemkab.kulonprogo
Harianjogja.com, KULONPROGO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo merilis logo untuk hari jadi ke-74 tahun. Logo tersebut juga diunggah ke akun media sosial (Medsos) Instagram Pemkab Kulonprogo. Unggahan tersebut malah mendapat komentar negatif dari netizen yang mengeluhkan logo tersebut tidak bagus.
Dari pantauan Harianjogja.com di unggahan tersebut sejumlah netizen memberikan komentar negatif. Seperti misalnya ada yang beranggapan logo hari jadi ke-74 Kulonprogo dibuat sejadi-jadinya atau ala kadarnya. Ada juga yang berkomentar sudah bagus logo hari jadi dipilih sesuai sayembara seperti beberapa tahun lalu. Lantas ada juga yang komentar uelek dan ramasok. Bahkan ada juga yang berkomentar mempertanyakan tidak ada gambar bupatinya.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kulonprogo, Triyono angkat bicara mengenai hal tersebut. Dia berterima kasih atas komentar yang diberikan karena sebagai bentuk kepedulian. Menurutnya ada masukan-masukan yang bagus dapat menjadi pertimbangan.
"Perlu kami sampaikan bahwa logo itu kami tidak biayai dari APBD logo itu sumbangan sehingga kami menghargai sumbangan karya yang diberikan. Kami tidak ada anggaran tetapi ada sumbangan yang diberikan jadi kami terima dengan baik," katanya kepada wartawan saat dihubungi, Senin (8/9/2025).
BACA JUGA: Peternak Cilik Turut Ikut Kontes Nasional Kambing Kaligesing di Kulonprogo
Termasuk ketika masyarakat mengkritisi dan memberikan masukan yang lebih baik akan dipertimbangkan. Triyono mengaku memang logo tersebut pemberian gratis dari salah satu klub sepeda brompton yang akan menyelenggarakan kegiatan gowes 74 kilometer di Oktober nanti. Dia membenarkan memang Pemkab Kulonprogo tidak memiliki anggaran untuk pembentukan atau sayembara logo hari jadi ke-74 ini.
"Kalau tidak terima zalim ada yang memberikan hasil karyanya. Kami memang tidak memiliki anggaran untuk membuat logo hari jadi," ucapnya.
"Sayembara logo memang bagus saya juga setuju. Tetapi adanya efisiensi anggaran sehingga memang di APBD tidak ada dana untuk mengadakan sayembara logo hari jadi. Kalau ada anggarannya pasti ada sayembara logo," lanjutnya.
Bahkan ketika tidak ada yang menyumbangkan karyanya untuk menjadi logo hari jadi ke-74 Kulonprogo. Dari pembuat dan Pemkab Kulonprogo sudah sepakat dan setuju untuk logo tersebut tidak secara sepihak saja.
Triyono mengaku ada sejumlah editing yang dilakukan dari logo yang diberikan secara gratis ini. "Ada edit-edit yang kami lakukan ada perbukitan, pantai, dan bandara yang menggambarkan kondisi geografis Kulonprogo," bebernya.
Dia memastikan logo yang ditetapkan tidak asal-asalan atau sekadar menetapkan lantaran sudah melalui diskusi panjang tidak langsung setuju. Pemkab Kulonprogo tidak memiliki maksud apa-apa memilih logo hari jadi ke-74 ini. Semata-mata karena anggaran direfocusing dan sayembara pembuatan logo tidak ada kebetulan ada yang memberikan secara cuma-cuma sehingga disambut dengan baik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dua anak tersengat ubur-ubur api di Pantai Glagah. Wisatawan diminta waspada karena musim kemunculan rawe masih berlangsung hingga Agustus.
Media internasional seperti AP, Reuters, dan SCMP menyoroti pengunduran diri Kepala BGN Nanik Deyang di tengah berbagai tantangan Program Makan Bergizi Gratis,
Pemda Gunungkidul mendukung pembangunan gapura penanda keistimewaan DIY di perbatasan Rongkop-Wonogiri. Desain bertema Cahaya Pradipta disiapkan menjadi ikon ba
Jadwal bola malam ini: Final Piala AFF Putri Indonesia vs Laos pukul 19.45 WIB! Juga laga uji coba Eropa & kualifikasi Liga Champions. Simak jadwal lengkapnya.
Nathalie Holscher resmi menikah dengan Aripat pada 22 Juli 2026. Menjelang pernikahan, interaksi hangat Nathalie dan Sule di media sosial menjadi sorotan publik
Pemda DIY menghentikan sementara menu MBG yang diduga memicu gangguan kesehatan puluhan siswa di Kulonprogo. Investigasi dan pengujian sampel makanan masih berl