345 PNS Kulonprogo Pensiun pada 2026, Guru Paling Banyak
Sebanyak 345 PNS Kulonprogo pensiun pada 2026. Guru menjadi kelompok terbanyak sehingga berpotensi memicu kekurangan tenaga pengajar.
Foto ilustrasi judi online. - Foto dibuat menggunakan Artificial Intelligence ChatGPT
Harianjogja.com, KULONPROGO – Uji petik untuk sampling yang dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) bersama Kementerian Sosial (Kemensos) dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menemukan kejanggalan penggunaan bantuan sosial (bansos) di Kabupaten Kulonprogo.
Kejanggalan tersebut berkaitan dengan indikasi bansos yang digunakan untuk membiayai judi online atau judol. Terdapat tiga hingga empat KPM bansos yang dilakukan uji petik di Kulonprogo.
Kepala Seksi Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kulonprogo, Ika Dwi Wahyuning Kusumastuti uji petik itu dilakukan hari Selasa (9/9/2025).
BACA JUGA: Dua Juta Penerima Bansos Dicoret Berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional
Indikasi bansos untuk Judol tersebut tidak secara langsung dilakukan penerima melalui rekening penyaluran bansos. Rata-rata pelaku judol menggunakan rekening bank lain tetapi NIKnya sama dengan yang digunakan untuk menerima bansos.
“Ada juga yang mengaku dahulu pernah untuk judi hanya satu kali tetapi sudah lama banget,” ujar Ika kepada wartawan, Selasa (9/9/2025).
Ika menuturkan, ada juga penggunaan bansos untuk judol yang dilakukan oleh kerabat. Menurutnya, NIK penerima bansos berusia lanjut menjadi satu HP dengan cucunya sehingga terhubung dengan aplikasi judi online.
“Terdeteksi judol itu bukan dari rekening bansos langsung melainkan dari rekening misalnya BCA atas nama ini tetapi NIKnya sama dengan NIK di bansos,” tuturnya.
Kondisi tersebut mengakibatkan banyak penerima bansos itu tidak mengetahui data-datanya dimanfaatkan untuk judol. Ika menyebut rata-rata kondisi itu dialami para penerima bansos lanjut usia. Namun, sampai sekarang Dinsos PPPA Kulonprogo belum mengetahui secara pasti angka penggunaan bansos untuk Judol.
"Sebab datanya tidak disampaikan Kemensos ke Kulonprogo. Jumlahnya kami belum mengetahui tetapi pasti ada dari Kulonprogo,” ungkap Ika.
“Dari uji petik BPK ketika dicek teman-teman pendamping PKH dan TKSK terhadap penerima bansos beberapa sampling uji petik ternyata exclude atau nonaktif bansosnya karena judol,” imbuhnya.
Adapun bansos yang didapatkan bisa Rp600 ribu pertiga bulan sekali. Ada juga bansos untuk anak sekolah yang mencapai Rp250 ribu sebanyak empat termin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 345 PNS Kulonprogo pensiun pada 2026. Guru menjadi kelompok terbanyak sehingga berpotensi memicu kekurangan tenaga pengajar.
Keraton Jogja gelar konser YRO di Jakarta bertajuk Gregah Nusa. Angkat semangat kebangkitan budaya dan identitas bangsa.
Pemkot Jogja bedah rumah warga dengan genting daur ulang. Ramah lingkungan, tahan lama, dan bantu kurangi sampah kota.
Kasus penyakit kronis kini banyak menyerang usia muda akibat gaya hidup. Simak penyebab dan upaya pencegahannya.
Veda Ega Pratama finis ke-8 Moto3 Catalunya 2026 usai start dari posisi 20. Tampil impresif dan raih poin penting untuk Indonesia.
Video viral terduga pelaku curanmor diamuk massa di Ponorogo. Polisi amankan pelaku dan lakukan penyelidikan lebih lanjut.