Regrouping Sekolah Hemat Rp900 Juta, Jadi Andalan Efisiensi Kulonprogo
Pemkab Kulonprogo memperketat APBD Perubahan 2026 akibat penurunan pendapatan daerah. Infrastruktur rusak berat dan regrouping sekolah menjadi prioritas utama.
Tugu tulisan Kulonprogo the Jewel of Java - ilustrasi/JIBI
Harianjogja.com, KULONPROGO— Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo menyiapkan 39 rangkaian kegiatan untuk memperingati hari jadi Bumi Binangun ke-74 di tahun ini.
Dua di antara kegiatan yang sudah dilakukan yakni Kulonprogo Manekawarna sebagai kick off dan lomba gerakan menanam di pekarangan (Gempar). Adapun tema hari jadi tahun ini Sinergi dan Kolaborasi untuk Kulonprogo Harmoni.
BACA JUGA: Nelayan Kulonprogo Jarang Melaut karena Angin dan Ombak Tinggi
Sekretaris Daerah Kulonprogo, Triyono mengatakan sinergi dan kolaborasi adalah semangat untuk bekerja sama serta saling mendukung antara pemerintah dan masyarakat. Menurutnya tema tersebut mengajak untuk seluruh lapisan di Kulonprogo dengan mengesampingkan ego sektoral.
"Dari 39 kegiatan ini dimulai sejak 1 September lalu dengan Manekawarna hingga 1 November 2025 nanti," katanya kepada wartawan, Rabu (17/9/2025).
Pemkab juga akan melakukan ziarah ke makam para mantan Bupati dan Wakil Bupati Kulonprogo. Termasuk berziarah ke makam Sri Paduka Pakualaman ke-VIII dan malam tirakatan. Puncak hari jadi ke-74 Kulonprogo berlangsung 15 Oktober nanti di Alun-alun Wates yang diawali dengan upacara.
"Biasanya yang paling ditunggu-tunggu merupakan Manunggal Fair pada akhir September hingga awal Oktober nanti," lanjut Triyono.
Menoreh Art Festival dan Arum Progo Festival menjadi rangkaian kegiatan yang skalanya nasional. Sejumlah kegiatan yang sudah digelar di antaranya Rambanan Festival, skrining kesehatan ASN, pemberian tenda terhadap pelaku UMKM di Pasar Bendungan, bakti sosial, pembersihan rambu-rambu, Pesona budaya nusantara, gelar pesat diskon belanja di Kulonprogo aja,
Ketua Penyelenggara Manunggal Fair, Muhammad Nasta'in menyampaikan untuk tahun ini Manunggal Fair akan dilaksanakan di Alun-alun Wates tidak di Taman Budaya Kulonprogo. Pelaksanannya mulai 26 September 2025 sampai 4 Oktober 2025.
"Targetnya dari penyelenggaraan ini keuntungan yang didapatkan Perumda Aneka Usaha Rp150 juta," ucapnya. Diketahui memang dalam pelaksanaan Manunggal Fair menjadi wewenang Perumda Aneka Usaha yang merupakan BUMD milik Pemkab Kulonprogo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Kulonprogo memperketat APBD Perubahan 2026 akibat penurunan pendapatan daerah. Infrastruktur rusak berat dan regrouping sekolah menjadi prioritas utama.
Fasilitas energi di Arab Saudi bagian selatan terbakar setelah serangan Houthi. Sebanyak 73 warga sipil dilaporkan terluka.
Ketua Tim Pengabdi USD, Haniek Sri Pratini, menjelaskan workshop tersebut bertujuan mengubah cara pandang terhadap sampah plastik di sekitar sekolah
Pelantikan 35 kepala sekolah di Kulonprogo membuat defisit guru bertambah menjadi 778 orang karena kepsek berasal dari kalangan guru.
Bulog akan melelang 380.000 ton beras turun mutu untuk bahan baku tepung dengan harga minimum Rp11.000 per kilogram.
Erupsi Gunung Anak Krakatau berakhir setelah 25 jam. Warga Pulau Sebesi diminta tetap waspada dan menghindari informasi hoaks.