Target RPJMD DIY Dikejar di Tahun Terakhir, Kemiskinan Jadi Tantangan
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Tim Sar Satlinmas Wilayah I Gunungkidul saat pencarian korban laka laut di Pantai Sedahan, Desa Jepitu, Kecamatan Girisubo, Gunungkidul, belum lama ini. /Ist- dok SAR
Harianjogja.com, JOGJA—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY mencatat sepanjang Januari hingga Agustus 2025 terjadi 62 kasus kecelakaan laut dengan total 107 korban, baik selamat maupun meninggal. Aktivitas nelayan juga disebut berisiko tinggi mengalami kecelakaan laut.
Kepala BPBD DIY, Noviar Rachmad, menjelaskan dari total 107 korban, sebanyak 92 orang selamat, 10 orang ditemukan meninggal dunia dan tiga orang dinyatakan hilang. “Untuk data yang September ini belum masuk,” ujarnya, Kamis (18/9/2025).
Mayoritas kecelakaan laut terjadi akibat kapal tenggelam dan kecelakaan saat berenang. Kasus saat berenang dipicu wisatawan yang mengabaikan imbauan petugas. “Mereka yang kecelakaan saat berenang kebanyakan karena tidak mematuhi imbauan petugas,” katanya.
Penanganan kecelakaan laut dilakukan Satlinmas Rescue Istimewa yang berjaga di titik-titik rawan. Namun dengan kondisi gelombang yang dinamis, kewaspadaan masyarakat dinilai penting untuk meminimalisasi risiko.
Kecelakaan laut juga dialami nelayan. Kabid Perikanan Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan DIY, Catur Nur Amin, menuturkan banyak nelayan masih mengandalkan perhitungan tradisional terkait gelombang.
“Selama ini diwariskan turun-temurun mulai sering meleset akibat perubahan cuaca. Kemarin yang di Trisik itu juga nelayan senior, setelah kami cari informasi. Jadi kondisi gelombang air laut akhir-akhir ini sulit diprediksi,” ungkapnya.
Nelayan di DIY kerap mengamati tanda alam seperti pola angin dan arus. Ia mengimbau nelayan memanfaatkan informasi dari BMKG yang kini mudah diakses melalui grup WhatsApp. “Informasi dari BMKG itu sudah sampai ke para nelayan melalui grup whatsapp jadi mereka bisa mengaksesnya dengan mudah,” paparnya.
BACA JUGA: Kota Jogja Rawan Banjir, 26 EWS Diaktifkan di 3 Sungai
Pihaknya juga mendorong penggunaan jaket pelampung bagi nelayan. Kesadaran mulai meningkat meski sebagian masih merasa terganggu saat bergerak. “Saat mau masuk dan mendarat harus wajib pakai pelampung,” tegasnya.
Selain itu, ia meminta nelayan memastikan keselamatan antaranggota kelompok. “Dengan adanya 19 titik pendaratan nelayan di seluruh DIY, pengawasan antaranggota kelompok nelayan kini semakin ketat. Ketua kelompok nelayan harus memastikan keselamatan anggota,” terangnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
KPK buru keterangan Heri Black usai rumahnya digeledah terkait kasus korupsi Bea Cukai. Sempat mangkir, perannya kini disorot.
Penemuan jasad Pariman terkubur di dapur rumah di Boyolali gegerkan warga. Polisi masih selidiki penyebab kematian.
Kulonprogo gabungkan OPD akibat kekurangan ASN. Sebanyak 345 PNS pensiun, rekrutmen minim, birokrasi dirampingkan.
Dosen UNISA Jogja jadi dosen tamu di UKM Malaysia, kupas kesehatan mental, otak, hingga isu bunuh diri lintas disiplin.
Indonesia jadi target baru sindikat judi online dan scam internasional. 320 WNA ditangkap di Jakarta, DPR minta pengawasan diperketat.