Simulasi Bencana di Kepatihan Tingkatkan Kesiapsiagaan Penyelamatan
Pemda DIY gelar simulasi bencana gempa di Kompleks Kepatihan untuk tingkatkan kesiapsiagaan. ASN dilatih penyelamatan diri dan penanganan darurat di Yogyakarta.
Wakil Walikota Jogja, Wawan Harmawan secara simbolik menyerahkan sejumlah alat bangunan kepada personel yang terlibat TMMD Kotagede, di halaman Pusdiklat PU Kota Jogja, Rabu (8/10/2025)./ist Humas Pemkot Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap IV Tahun Anggaran 2025 kembali kembali digelar dengan sasaran Kemantren Kotagede. Beberapa kegiatan pembangunan fisik dilakukan seperti mengecor jalan dan membangun talud.
Bati Ter Kodim 0734/Kota Jogja, Serma Haryana, menjelaskan TMMD Sengkuyung Tahap IV TA 2025 kali ini menyasar wilayah Kotaged dengan kegiatan akan mencakup program fisik dan nonfisik yang dilaksanakan secara terpadu.
Untuk program fisik, kegiatan difokuskan pada pengecoran jalan sepanjang 45 meter dengan lebar 3 meter yang dilengkapi railing sepanjang 45 meter setinggi 1,2 meter serta pembangunan jembatan berukuran 3x3 meter persegi.
"Ada pula pembuatan talud permanen sepanjang 22 meter dengan tinggi 3,5 meter dan rehabilitasi satu balai RW dan renovasi 10 unit Rumah Tidak Layak Huni bagi masyarakat yang membutuhkan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (9/10/2025).
Sedangkan untuk program nonfisik, kegiatan meliputi edukasi dan penyuluhan kepada masyarakat, diantaranya wawasan kebangsaan dan bela negara, pnyuluhan kesehatan masyarakat dan pencegahan stunting, dan sosialisasi menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan.
Serma Haryana menyebutkan, kegiatan TMMD ini melibatkan 43 personel, terdiri dari 34 anggota Kodim 0734/Kota Jogja, empat personel Pemkot Jogka dan lima personel dari Polresta Jogja. Selain itu, unsur masyarakat juga turut ambil bagian dalam mendukung pelaksanaan kegiatan di lapangan.
Wakil Walikota Jogja, Wawan Harmawan, menuturkan TMMD yang selama ini telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Menurutnya, pelaksanaan TMMD bukan sekadar kegiatan rutin, namun memiliki arti strategis dalam mempercepat pemerataan pembangunan dan meringankan beban masyarakat.
“Penyelenggaraan TMMD senantiasa memiliki arti yang signifikan karena mampu membantu masyarakat dalam membangun sarana dan prasarana yang dibutuhkan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wujud nyata sinergi antara pemerintah daerah dan TNI dalam membangun bangsa dari tingkat paling dasar,” katanya.
Program ini diharapkan tidak hanya memperbaiki sarana fisik, tetapi juga memperkokoh semangat gotong royong dan kemandirian warga di wilayah Kota Jogja. “TMMD ini sekaligus menjadi ruang kolaborasi yang mempererat semangat gotong royong dan kebersamaan di tengah masyarakat,” paparnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemda DIY gelar simulasi bencana gempa di Kompleks Kepatihan untuk tingkatkan kesiapsiagaan. ASN dilatih penyelamatan diri dan penanganan darurat di Yogyakarta.
Hasil kualifikasi Moto3 Belanda 2026 menempatkan Veda Ega Pratama di posisi ketujuh setelah lolos dari Q1. Maximo Quiles merebut pole position.
Pemkab Temanggung merintis program SMP negeri gratis mulai 2027 dengan bantuan Rp300 ribu per siswa sebagai langkah menuju pendidikan gratis.
Gelombang panas Jerman memicu suhu hingga 41,3 derajat Celsius. Otoritas memperingatkan risiko kesehatan dan gangguan transportasi.
Program RTLH Kulonprogo 2026 memasuki tahap pembangunan. Sebanyak 180 rumah dibangun, progres fisik mencapai 25 persen tanpa terdampak efisiensi anggaran.
Libur sekolah 2026 diprediksi mendongkrak wisata Karanganyar. The Lawu Group perketat keamanan, hadirkan promo, dan optimistis kunjungan meningkat.