Jembatan Tua Kewek Dibongkar Mei, Diganti Struktur Baru
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Wakil Walikota Jogja, Wawan Harmawan secara simbolik menyerahkan sejumlah alat bangunan kepada personel yang terlibat TMMD Kotagede, di halaman Pusdiklat PU Kota Jogja, Rabu (8/10/2025)./ist Humas Pemkot Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap IV Tahun Anggaran 2025 kembali kembali digelar dengan sasaran Kemantren Kotagede. Beberapa kegiatan pembangunan fisik dilakukan seperti mengecor jalan dan membangun talud.
Bati Ter Kodim 0734/Kota Jogja, Serma Haryana, menjelaskan TMMD Sengkuyung Tahap IV TA 2025 kali ini menyasar wilayah Kotaged dengan kegiatan akan mencakup program fisik dan nonfisik yang dilaksanakan secara terpadu.
Untuk program fisik, kegiatan difokuskan pada pengecoran jalan sepanjang 45 meter dengan lebar 3 meter yang dilengkapi railing sepanjang 45 meter setinggi 1,2 meter serta pembangunan jembatan berukuran 3x3 meter persegi.
"Ada pula pembuatan talud permanen sepanjang 22 meter dengan tinggi 3,5 meter dan rehabilitasi satu balai RW dan renovasi 10 unit Rumah Tidak Layak Huni bagi masyarakat yang membutuhkan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (9/10/2025).
Sedangkan untuk program nonfisik, kegiatan meliputi edukasi dan penyuluhan kepada masyarakat, diantaranya wawasan kebangsaan dan bela negara, pnyuluhan kesehatan masyarakat dan pencegahan stunting, dan sosialisasi menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan.
Serma Haryana menyebutkan, kegiatan TMMD ini melibatkan 43 personel, terdiri dari 34 anggota Kodim 0734/Kota Jogja, empat personel Pemkot Jogka dan lima personel dari Polresta Jogja. Selain itu, unsur masyarakat juga turut ambil bagian dalam mendukung pelaksanaan kegiatan di lapangan.
Wakil Walikota Jogja, Wawan Harmawan, menuturkan TMMD yang selama ini telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Menurutnya, pelaksanaan TMMD bukan sekadar kegiatan rutin, namun memiliki arti strategis dalam mempercepat pemerataan pembangunan dan meringankan beban masyarakat.
“Penyelenggaraan TMMD senantiasa memiliki arti yang signifikan karena mampu membantu masyarakat dalam membangun sarana dan prasarana yang dibutuhkan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wujud nyata sinergi antara pemerintah daerah dan TNI dalam membangun bangsa dari tingkat paling dasar,” katanya.
Program ini diharapkan tidak hanya memperbaiki sarana fisik, tetapi juga memperkokoh semangat gotong royong dan kemandirian warga di wilayah Kota Jogja. “TMMD ini sekaligus menjadi ruang kolaborasi yang mempererat semangat gotong royong dan kebersamaan di tengah masyarakat,” paparnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Bermain game berlebihan dapat memicu gangguan tidur, mata lelah, hingga masalah kesehatan mental. Berikut 13 dampaknya.
Pemkab Sleman mengalokasikan Rp8,6 miliar untuk pemeliharaan jalan desa pada 2026. Sebanyak 86 desa mendapat Rp100 juta.
Kemnaker membuka sertifikasi kompetensi gratis bagi alumni magang nasional hingga 15 Mei 2026 dengan sertifikat resmi BNSP.
PDAB Tirtatama DIY mengusulkan kenaikan tarif air curah Rp500 per meter kubik untuk menekan subsidi Pemda DIY yang membengkak.
Anthony Ginting menghadapi Shi Yu Qi pada hari kedua Thailand Open 2026. Berikut jadwal lengkap 10 wakil Indonesia di Bangkok.