Perlinsos Jadi Basis Bansos 2027, Penerima Bantuan di Kulonprogo Wajib Daftar
Dinsos Kulonprogo mengingatkan penerima bansos wajib mendaftar Perlinsos karena aplikasi ini akan menjadi basis data penyaluran bantuan mulai 2027.
Ikan salmon. - Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO—Konsumsi ikan di kalangan masyarakat Kabupaten Kulonprogo masih sangat rendah dibanding kabupaten atau kota lain di DIY.
Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislautkan) Kulonprogo, Wakhid Purwosubiyantoro mengatakan konsumsi ikan masyarakat Bumi Binangun dalam setahun rata-rata 31,44 kilogram pertahun.
Menurutnya itu paling rendah di DIY karena kabupatan atau kota lain rata-rata konsumsi ikannya pertahun sudah 32 kilogram ke atas. "Ikan pasti korelasi dengan gizi yang tinggi budaya makan ikan masih belum ada kesadaran kalau berdasar data rata-rata tersebut," katanya, Jumat (10/10/2025).
Dia berharap, masyarakat harus membudayakan makan ikan. Wakhid menuturkan, instansinya sudah membuat program gerakan makan ikan untuk atasi stunting (Gemati) agar meningkatkan budaya tersebut sehingga stunting turun.
Menurutnya, Gemati akan menyasar lokasi stunting di 10 kalurahan untuk mengenalkan menu olahan ikan menjadi konsumsi utama.
"10 kalurahan itu terdiri dari Sidoharjo, Kalirejo, Banjaroyo, Banjararum, Karangsewu, Sukereno, Sentolo, Hargorejo, Sidorejo, dan Karangsari," ucapnya.
Penumbuhan pengolah pemasak ikan agar dapat menghasilkan berbagai macam olahan masak yang lebih variatif.
Selain sebagai upaya penurunan stunting, gemar makan ikan menjadi cara untuk mencegah stunting juga. "Menu olahan ikan akan dikenalkan agar bisa menjadi menu masyarakat Kulonprogo," lanjut Wakhid.
Sementara itu, Kepala Dislautkan Kulonprogo, Drajat Purbadi menambahkan, Gemati merupakan implementasi amanat dalam Instruksi Bupati Kulonprogo Nomor 1 Tahun 2025.
Menurutnya, Gemati menjadi inovasi program Dislautkan Kulonprogo sebagai solusi stunting yang menjadi permasalahan prioritas yang harus dituntaskan. Dia menyampaikan Gemati bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, peran dan partisipasi lembaga maupun masyarakat untuk gemar makan ikan.
"Gemati sebagai upaya mencegah dan mengurangi angka stunting di Kulonprogo sekaligus memperkenalkan gaya hidup sehat dengan mengkonsumsi makanan berprotein," jelasnya.
Drajat menjelaskan, Kulonprogo sekarang sudah memiliki asosiasi Poklahsar Wanita Sarwo Laris yang menjadi wadah pelaku usaha penyedia pangan ikan. Wadah tersebut terdiri dari 96 kelompok dengan anggota tidak kurang dari 480 orang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinsos Kulonprogo mengingatkan penerima bansos wajib mendaftar Perlinsos karena aplikasi ini akan menjadi basis data penyaluran bantuan mulai 2027.
Profil Irjen Langgeng Purnomo, Kapolda DIY baru yang merupakan lulusan Akpol 1995 dan pernah menjabat Kapolres hingga pejabat SSDM Polri.
IRS Piala Bupati Bantul 2026 diikuti 727 peserta dari 66 klub. Sekitar 400 peserta merupakan anak-anak pemula.
Operasi Freeport Indonesia di Grasberg berangsur pulih. Kapasitas produksi PTFI ditargetkan mencapai 80% pada pertengahan 2027.
G7 sepakat melepas 100 juta barel cadangan energi. Trump kemudian membatalkan rencana larangan ekspor solar AS.
Kunjungan wisman ke YIA mencapai 13.876 pada Agustus 2026. Pemda DIY membidik pasar baru dan menjajaki sejumlah rute langsung.