Dua SPPG di Kulonprogo Disuspend, Pengawasan MBG Diperketat
Dua SPPG di Kulonprogo masih disuspend. Pemkab memperketat pengawasan SOP dan mendorong seluruh pengelola melengkapi perizinan.
Nyamuk Aedes Aegypti - Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO—Kasus demam berdarah di Kulonprogo hingga Oktober 2025 menyebabkan tiga orang meninggal dunia. Jumlah tersebut masih bisa bertambah hingga akhir 2025 nanti.
Kepala Bidang Pencegahan dan Perlindungan Penyakit Dinas Kesehatan Kulonprogo, Arief Musthofa mengatakan selama 2025 temuan kasus demam berdarah sebanyak 1.524 kasus.
Jumlah tersebut terdiri dari dengue fever (DF) tingkatan demam berdarah paling rendah, demam berdarah dengue (DBD) tingkat sedang dan dengue shock syndrome (DSS) yang menjadi tingkatan paling parah.
"Ya memang selama 2025 ini ada 1.524 kasus demam berdarah yang tiga di antaranya mengalami kematian di Kulonprogo," katanya kepada wartawan, Minggu (12/10/2025).
Sedangkan untuk kasus DBD dan DSS saja selama 2025 ini mencapai 267 kasus saja. Arief mengungkapkan selama 2025 juga sudah dilakukan 11 kali fogging di beberapa titik. Tentunya itu untuk menangani kejadian masifnya demam berdarah.
"Fogging sudah 11 kali untuk demam berdarah DSS biasanya sudah berat," tambahnya.
Dia menegaskan, pencegahan oleh Dinkes Kulonprogo sudah tidak kurang-kurang. Tujuannya tentu agar kasus DBD dan DSS utamanya tida terjadi di tengah-tengah masyarakat. Sekalipun terjadi temuan kasusnya tidak masif.
"Upaya pencegahan yang dilakukan kami sudah melakukan sosialisasi kepada seluruh lurah terkait gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN)," tegasnya.
Bahkan lanjut Arief untuk menindaklanjuti itu dibuatkan surat edaran (SE) kepada para lurah untuk mengaktifkan gerakan PSN di lingkungannya. Tujuannya agar ditindaklanjuti sampai di tingkat padukuhan. Pasalnya PSN dinilai efektif untuk menekan angka kasus DBD khususnya.
"Termasuk ke Dinas Pendidikan, Pemudan dan Olahraga agar menindaklanjuti ke sekolah dan mengedukasi antisipasi DBD," ujarnya.
Sebelumnya di Padukuhan Mendiro, Kalurahan Gulurejo, Kapanewon Lendah ditemuka 12 kasus DBD dalam satu bulan terakhir. Angka 12 kasus DBD di satu padukuhan tersebut terhitung besar. Arief menilai, kondisi tersebut terjadi lantaran PSN tidak digalakan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dua SPPG di Kulonprogo masih disuspend. Pemkab memperketat pengawasan SOP dan mendorong seluruh pengelola melengkapi perizinan.
Agnez Mo perkenalkan pencak silat dan karambit di Reacher Season 4 sebagai promosi budaya Indonesia. Bangga! Simak kisah di balik adegan laga.
28 Juli: Hari Hepatitis Sedunia, Hari Cat Air Sedunia, dan Hari Konservasi Alam. Kenali makna dan ajakan di balik setiap peringatan global ini!
Polres Gunungkidul kembali membuka layanan SIM Keliling pada hari ini.
Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola BPJS Kesehatan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk Lurah Sidomulyo, Hariyadi
Perpanjang SIM A dan C di Kulonprogo lebih mudah melalui SIM Keliling. Jadwal lengkap dan lokasi.