Dugaan Pencemaran Pantai Cangkring Bantul, DLH Ambil Sampel Air dan Tunggu Hasil Lab
DLH Bantul mengambil sampel air Pantai Cangkring terkait dugaan pencemaran limbah tambak udang. Hasil uji laboratorium diperkirakan 10 hari.
Hasil tangkapan ikan. - Freepik
Harianjogja.com, BANTUL— Jajaran pengawas perikanan Kabupaten Bantul menggencarkan edukasi terhadap perilaku masyarakat yang berpotensi merusak habitat kelestarian ikan lokal di perairan darat dan sungai wilayah ini.
Aksi penangkapan ikan dengan cara menyetrum, meracun dan memakai bahan peledak disebut sesekali masih dilakukan oleh warga, padahal tindakan itu bisa dipidana dan didenda.
Pengawas Perikanan Kapanewon Sewon, Juwarso mengatakan, perlahan-lahan perilaku masyarakat dalam menangkap ikan memang sudah berubah. Hanya saja sesekali masih ditemukan oknum yang membandel dan masih memakai cara merusak lingkungan. Maka pihaknya mengaku melakukan pemantauan rutin setiap dua hingga tiga hari terhadap kondisi sungai di wilayahnya.
"Kami terus edukasi para pemancing agar tidak menggunakan cara-cara itu. Dulu masih banyak, sekarang sudah berkurang. Kesadaran masyarakat mulai tumbuh,” ungkapnya, Rabu (15/10/2025).
Menurut Juwarso, tantangan kelestarian ikan lokal di Bantul juga muncul dari pencemaran limbah dan serbuan ikan invasif. “Setiap awal musim hujan, saat banjir pertama datang, ikan di sungai banyak yang mati akibat limbah dan sampah dari hulu, terutama oli bekas kendaraan,” ujarnya.
Selain pencemaran, keberadaan ikan invasif seperti ikan aligator juga mengancam populasi ikan lokal. “Kadang ada juga perilaku warga yang sengaja membuang ikan invasif ke sungai karena sudah bosan memelihara, itu kan berbahaya bagi kelangsungan ikan lokal," ucapnya.
Wilayah Sewon sendiri dilintasi sejumlah sungai besar di Jogja, yakni Code, Winongo, dan Bedok. Di sungai-sungai itu, ikan lokal seperti nilem, wader bintik dua, dan hampala masih bisa ditemukan, meski populasinya fluktuatif. “Hampala misalnya, muncul banyak saat musim kemarau, tapi menghilang ketika hujan karena mungkin berpindah ke muara,” jelasnya.
Dukuh Bibis, Muhammad Irfan menyebut, padukuhannya yang dilewati salah satu sungai ikonik di Jogja menjadikan potensi sektor perikanan cukup besar di wilayah ini. Hanya saja kebersihan sungai di wilayah itu diakuinya masih memprihatinkan. "Kalau upaya menjaga kelestarian Sungai Code ini diabaikan maka banyak sumber penghidupan yang akan berdampak terutama sektor pertanian dan perikanan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DLH Bantul mengambil sampel air Pantai Cangkring terkait dugaan pencemaran limbah tambak udang. Hasil uji laboratorium diperkirakan 10 hari.
Jadwal KA Bandara YIA Senin 28 September 2026 tersedia 24 perjalanan dari YIA ke Stasiun Tugu dan sebaliknya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 28 September 2026 lengkap 15 perjalanan dan tarif Rp8.000, dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur.
Cek jadwal KRL Solo-Jogja Senin 28 September 2026 dari Palur ke Jogja/Tugu, lengkap dengan waktu di setiap stasiun.
Sergey Lavrov menyerukan pembentukan Negara Palestina berdasarkan kerangka internasional dan resolusi PBB di Sidang Umum PBB.
John Herdman meminta pemain Timnas Indonesia menjaga “rumah” saat menghadapi Malaysia pada laga Grup A FIFA ASEAN Cup.