Investasi Gunungkidul Rp394 Miliar Mei 2026, Industri Jadi Primadona
Investasi Gunungkidul hingga Mei 2026 mencapai Rp394 miliar atau 45,9 persen dari target tahunan. Sektor industri menjadi penyumbang investasi terbesar.
Seorang pengendara motor sedang melintas di depan Lumbung Mataram di Kalurahan Bendung, Semin. Rabu (22/10/2025) Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemerintah Kalurahan Bendung, Semin terus berupaya memanfaatkan perkembangan teknologi untuk memperkuat ketahanan pangan di Lumbung Mataraman yang dimiliki. Rencananya di tahun depan akan membeli drone untuk pemeliharaan tanaman pertanian yang dimiliki.
Lurah Bendung, Semin, Didik Rubiyanto mengatakan, terus berupaya memaksimalkan potensi di Lumbung Mataraman yang dibangun di 2022 lalu. Untuk optimalisasi sudah membangun embung senilai Rp750 juta yang hingga sekarang masih dalam pengerjaan.
Rencananya, fasilitas embung dipergunakan untuk mendukung pertanian terbadu di Lumbung Mataraman. “Tujuannya untuk saling melengkapi program Lumbung Mataraman dan tentunya sebagai tujuan wisata edukasi di Kalurahan Bendung,” kata Didik, Rabu (22/10/2025).
Dia menjelaskan, program pembangunan tidak hanya berhenti dengan membangun embung. Di 2026, pihaknya sudah menyiapkan penambahan fasilitas pelengkap berupa drone pertanian untuk perawatan berbagai tanaman pangan di lumbung.
“Program ini sudah didiskusikan dan kami menyiapkan anggaran Rp200 juta dari Dana Keistimewaan untuk pengadaan drone pertanian di tahun depan,” ungkapnya.
Menurut Didik, keberadaan drone pertanian dapat dimanfaatkan untuk penyemprotan pupuk cair maupun pestisida terhadap tanaman pangan. Di sisi lain, juga dapat dipergunakan sebagai upaya memantau kesehatan tanaman secara mendetail, Analisa tanah, pememtaaan lahan hingga pembenihan.
“Keberadaan drone juga memungkinkan petani untuk melakukan pertanian yang presisi sehingga lebih efisien karena dapat mengurangi biaya operasional selama pemeliharaan,” katanya.
Ditambahkan dia, keberadaan drone ke depannya tidak hanya untuk pemeliharaan tanaman pangan di kawasan Lumbung Mataraman. Pasalnya, para petani juga dapat memanfaatkan tekonlogi ini untuk pemeliharaan tanaman pangan yang dimiliki.
“Sektor pertanian di Bendung seluas 800 hektare. Mudah-mudahan dengan adanya drone bisa membantu dalam meningkatkan produktivitas serta memperkuat ketahanan pangan di masyarakat,” kata Didik.
Terpisah, salah seorang warga Bendung, Sutarno mengakui perkembangan di Kalurahan Bendung sangat pesat. Hal ini tak lepas adanya gelontoran dana keistimewaan yang diperoleh setiap tahun.
“Mulai dari pembangunan lumbung terus berlanjut lainnya. Hingga sekarang juga sudah memiliki lokasi pusat kuliner, yang lokasinya tak jauh dari lumbung,” katanya.
Menurut dia, di pusat kuliner ini sudah menjadi pusat keramaian di Kapanewon Semin, khususnya saat sore hingga malam hari. “Konsep yang dibangun juga bagus karena tampilannya juga estetik dan indah sehingga pengunjung bisa lebih betah,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Investasi Gunungkidul hingga Mei 2026 mencapai Rp394 miliar atau 45,9 persen dari target tahunan. Sektor industri menjadi penyumbang investasi terbesar.
Sekda DIY soroti alih fungsi lahan dan pentingnya data dalam kebijakan untuk menjaga ketahanan pangan dan pembangunan berkelanjutan.
Instalasi Sunflower Angel di Candi Prambanan viral, hadirkan wisata estetik dan pengalaman seni unik yang diserbu ribuan pengunjung.
BI DIY dan TPID luncurkan MRANTASI PKK 2026 untuk tekan inflasi lewat budidaya cabai dan ketahanan pangan rumah tangga.
Menag dorong kurikulum ekoteologi di pesantren untuk bangun kesadaran cinta alam, manusia, dan Tuhan secara utuh.
Pemerintah siapkan digital single ID berbasis AI untuk bansos lebih tepat sasaran dan kurangi kebocoran anggaran.