Seleksi Calon Sekda Kota Jogja Masuk Final, Ini 3 Kandidatnya
Seleksi Sekda Kota Jogja memasuki tahap akhir. Hasto Wardoyo masih berkonsultasi dengan Gubernur DIY sebelum menentukan nama terpilih.
Perangkat Kelurahan Purwokinanti (pertama dari kanan) membagikan kantong belanja ramah lingkungan kepada warga Purwokinanti pada Oktober 2025. /Dok-Kelurahan Purwokinanti.
Harianjogja.com, JOGJA—Kelurahan Purwokinanti, Pakualaman, Kota Jogja, berupaya mendorong warga mengurangi sampah plastik sekali pakai. Program itu digulirkan salah satunya dengan membagikan kantong belanja ramah lingkungan kepada warga.
Lurah Purwokinanti, Moch Ismail menuturkan pembagian kantong belanja ramah lingkungan tersebut sebagai upaya untuk mendukung program Pemkot Jogja dalam mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Pembagian katong belanja tersebut juga diharapkan mampu menumbuhkan kebiasaan baru masyarakat untuk berbelanja tanpa menggunakan plastik sekali pakai sebagai wadahnya.
“Dengan pembagian kantong belanja ramah lingkungan ini, kami berharap warga dapat menggunakannya berkali-kali sehingga bisa mengurangi sampah plastik di wilayah Purwokinanti,” ujarnya pada Kamis (30/10/2025).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah kelurahan dalam mendukung program Pemkot Jogja mengurangi produksi sampah organik melalui perubahan perilaku warga.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk mulai mengganti penggunaan kantong plastik sekali pakai dengan tas belanja yang dapat digunakan kembali dan didaur ulang,” katanya.
Pembagian kantong belanja ramah lingkungan tersebut dilakukan saat peringatan sumpah pemuda di Kelurahan Purwokinanti beberapa waktu lalu. Pihaknya juga memberikan edukasi tentang pentingnya mengurangi sampah anorganik dan manfaat dari penggunaan kantong belanja ramah lingkungan tersebut dengan menyasar berbagai unsur masyarakat, antara lain dari unsur LPMK, perangkat RW, pengelola bank sampah dan karangtaruna.
Selama ini Kelurahan Purwokinanti juga telah menerapkan kebiasaan penggunaan wadah berulang dalam menyajikan makan dan minum setiap ada pertemuan. Langkah tersebut menurutnya dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap kebijakan pembatasan plastik sekali pakai di Kota Jogja.
“Ini merupakan bentuk partisipasi aktif kami dalam mendukung pembatasan tas plastik sekali pakai demi mengurangi timbunan sampah di Purwokinanti,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seleksi Sekda Kota Jogja memasuki tahap akhir. Hasto Wardoyo masih berkonsultasi dengan Gubernur DIY sebelum menentukan nama terpilih.
Imigrasi memperketat pengawasan WNA di Bantul lewat APOA. Hotel, homestay, dan vila diwajibkan melaporkan tamu asing secara berkala.
Hanung Bramantyo mengadaptasi Children of Heaven berlatar SD Muhammadiyah dengan pesan kuat tentang pendidikan karakter anak.
KPAID Kota Jogja mendorong penerapan pasal lebih berat dalam kasus dugaan kekerasan anak di Daycare Little Aresha
Pemerintah memangkas anggaran MBG 2026 menjadi Rp268 triliun demi efisiensi program Makan Bergizi Gratis.
DPRD DIY memastikan tidak ada kebijakan pemutusan kerja terhadap tenaga pendidik non-aparatur sipil negara tersebut di Daerah Istimewa Yogyakarta