Kekeringan Meluas, BPBD Bantul Salurkan 436.500 Liter Air Bersih
BPBD Bantul telah menyalurkan 436.500 liter air bersih kepada 3.287 warga terdampak kekeringan selama musim kemarau hingga 3 Agustus 2026.
Sejumlah peserta UNBK program paket A dari PKBM Mandiri Karen sedang mengerjakan soal ujian nasional di SMA Negeri 1 Kretek, Kamis (3/5/2018)./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL - Rencana Presiden Prabowo Subianto untuk memasukkan Bahasa Portugis ke dalam kurikulum sekolah mendapat tanggapan beragam dari kalangan pendidik di Bantul. Mereka menilai wacana itu masih perlu dibahas mendalam agar tidak terburu-buru diterapkan tanpa kesiapan yang matang.
Kepala SMK Muhammadiyah Kretek, Anggit Nurochman, menilai kebijakan semacam itu tidak bisa hanya dilihat dari sisi inovasi, tetapi juga dari aspek kebutuhan dan kesiapan tenaga pengajar.
Menurutnya, ada sejumlah aspek seperti tujuan dan kebutuhan guru yang memadai harus diperhatikan sebelum Bahasa Portugis benar-benar diterapkan.
Anggit mengatakan, penguatan kemampuan bahasa asing di sekolah sebaiknya difokuskan lebih dulu pada Bahasa Inggris yang perannya sudah sangat luas di dunia internasional.
"Karena realitanya sampai saat ini, pembelajaran Bahasa Inggris secara umum baru sampai pada tataran pengetahuan, belum sampai keterampilan," katanya saat dihubungi, Jumat (31/10).
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMKN 3 Kasihan (SMSR), Suranto, menyampaikan bahwa usulan Bahasa Portugis di sekolah seharusnya dikaji mendalam, terutama dari segi urgensi serta kesiapan sumber daya yang akan menunjang pelaksanaannya.
"Kalau sebagai mata pelajaran pilihan tidak apa-apa, karena bisa dipilih atau tidak oleh siswa. Tapi kalau menjadi mata pelajaran wajib, ya perlu dipertanyakan kepentingannya," ujarnya.
Ia menilai, Bahasa Portugis jarang digunakan baik di Indonesia maupun secara internasional.
Bagi siswa sekolah menengah kejuruan (SMK), lanjutnya, manfaat Bahasa Portugis belum terlalu terasa. Pasalnya, kebutuhan bahasa asing di SMK lebih diarahkan pada negara yang menjadi tujuan tenaga kerja Indonesia (TKI).
"Untuk siswa SMK, bahasa asing selain Inggris yang dibutuhkan adalah Jepang, Korea, dan Arab. Itu sesuai dengan negara yang benar-benar membutuhkan TKI lulusan SMK," tuturnya.
Suranto juga menyoroti kesiapan lembaga pendidikan tinggi yang akan mencetak calon guru pengajar.
"Jadi perlu persiapan matang dan kajian komprehensif kalau memang ada wacana Bahasa Portugis dimasukkan ke kurikulum sekolah," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Bantul telah menyalurkan 436.500 liter air bersih kepada 3.287 warga terdampak kekeringan selama musim kemarau hingga 3 Agustus 2026.
PSEL DIY ditargetkan mengolah 1.000 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 18-20 MW untuk sekitar 15.000 rumah.
KY memastikan seleksi hakim agung dan hakim ad hoc MA 2026 transparan. Publik bisa memantau proses dan memberi informasi rekam jejak calon.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Kereta pertama berangkat 05.05 WIB, tarif tetap Rp8.000.
PSEL Piyungan ditargetkan groundbreaking Desember 2026. Proyek senilai Rp2,5 triliun-Rp3 triliun ini mulai dibangun Januari 2027.
Polisi menyiagakan puluhan personel setelah massa membakar sejumlah kantor pemerintah di Ilaga, Puncak, Papua Tengah.