Ratusan Gurame Mati di Sleman, Kualitas Air Kolam Menurun
Ratusan ikan gurame mati di Sleman akibat kualitas air kolam menurun selama musim kemarau. DP3 menyediakan vitamin gratis bagi pembudidaya.
Ilustrasi program padat karya. - Antara
Harianjogja.com, SLEMAN—Program Padat Karya yang diselenggarakan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Sleman dengan sumber dana APBD Murni 2025 telah selesai. Program ini menjadi implementasi pembangunan berkeadilan. Peresmian program Padat Karya Tahap I telah dilakukan pada 21 Mei dan Tahap II pada 3 November 2025.
Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, mengatakan program Padat Karya menjadi bukti nyata komitmen Pemkab Sleman dalam memperkuat ekonomi masyarakat, menciptakan lapangan kerja, serta memastikan pemerataan pembangunan infrastruktur di seluruh wilayah.
Dalam tahap kedua program ini, terdapat tiga proyek infrastruktur yang diresmikan. Pertama, pembangunan saluran irigasi di Padukuhan Bolu, Margokaton, Seyegan. Kedua, pembangunan corblok jalan, talud, dan gorong-gorong di Padukuhan Bayeman, Bangunkerto, Turi. Ketiga, pembangunan corblok jalan di Padukuhan Watuadeg, Jogotirto, Berbah.
Acara peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pemotongan pita yang berlangsung di Watuadeg, Kalurahan Jogotirto, Kapanewon Berbah.
“Program padat karya ini bukan hanya proyek pembangunan fisik, tapi juga gerakan sosial ekonomi berbasis gotong royong dan partisipasi warga. Pemerintah ingin masyarakat turut aktif dalam membangun daerahnya sendiri,” Danang dalam keterangan tertulis.
Ia menegaskan Pemkab Sleman akan terus mendorong pelaksanaan program padat karya sebagai bagian dari upaya mewujudkan pembangunan yang berkeadilan dan berpihak pada rakyat kecil. Diharapkan program ini mampu memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat ekonomi lokal, khususnya di wilayah perdesaan.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sleman, Epiphana Kristiyani, menyampaikan bahwa pelaksanaan program Padat Karya pada 2025 mencakup tujuh lokasi, dengan alokasi dana Rp160 juta per lokasi. Setiap lokasi melibatkan 42 tenaga kerja, sehingga total 294 pekerja turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Ia menambahkan program ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat, menekan angka kemiskinan, dan membuka lapangan kerja baru, terutama bagi warga yang menganggur atau bekerja paruh waktu dengan jam kerja di bawah 40 jam per minggu.
“Melalui Padat Karya, kami berharap masyarakat dapat memperoleh penghasilan tambahan sekaligus berkontribusi dalam pembangunan daerahnya,” kata Epiphana.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ratusan ikan gurame mati di Sleman akibat kualitas air kolam menurun selama musim kemarau. DP3 menyediakan vitamin gratis bagi pembudidaya.
Timnas Indonesia dipastikan tanpa Marselino Ferdinan, Ragnar Oratmangoen, dan Justin Hubner saat menghadapi Timor Leste di Piala AFF 2026.
Geely Coolray resmi meluncur di GIIAS 2026. SUV turbo 174 PS ini dibanderol mulai Rp333 juta dan siap bersaing dengan Honda HR-V hingga Hyundai Creta.
Prabowo Subianto meminta jenderal TNI tidak menjadi "jenderal salon" dan menginstruksikan TNI, Polri, serta kepala daerah rutin memantau kebersihan lingkungan.
Dua pendaki yang viral karena menaiki Tugu Triangulasi Gunung Merbabu diberi sanksi pembinaan oleh BTNGMb dan diwajibkan membuat video permintaan maaf.
Kemendag menargetkan Indonesia Shopping Festival 2026 mencatat transaksi Rp38 triliun dengan 407 pusat belanja dan diskon hingga 80 persen.