DPRD Gunungkidul Soroti Data Kemiskinan, Minta Bansos Tepat Sasaran
DPRD Gunungkidul meminta data kemiskinan diperkuat agar bansos dan program pengentasan kemiskinan lebih tepat sasaran.
Warga lansia - ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Sosial Bantul melaporkan warga lansia masih menjadi kelompok terbesar yang ditangani Selter Kesejahteraan Sosial Banguntapan. Meski jumlah orang terlantar menurun, kebutuhan layanan darurat sosial terus meningkat.
Sekretaris Dinas Sosial Bantul, Tatik Windari menyampaikan, pada 2023 terdapat 8 lansia terlantar yang ditampung di selter itu. Jumlahnya kemudian meningkat menjadi 11 lansia pada 2024, sebelum turun menjadi 5 lansia sampai pertengahan 2025.
"Sisanya adalah gelandangan, pengemis, atau warga luar kota yang kehabisan bekal saat perjalanan ke DIY," jelasnya, Jumat (14/11/2025).
Menurut Tatik, selter yang dikelola Dinsos Bantul memang dirancang untuk layanan kedaruratan sosial, tetapi peruntukannya bukan hunian jangka panjang. Tempat tersebut diperuntukkan bagi orang terlantar yang kehabisan bekal, korban kecopetan, hingga warga luar daerah yang tersasar.
“Selter ini bukan tempat menginap dalam jangka panjang. Kewenangan kami hanya menampung sementara. Begitu asal-usulnya jelas dan keluarganya ada, kalau warga DIY, kami koordinasikan dengan daerah asal untuk pemulangan,” ujarnya.
Ia mencontohkan penanganan seorang warga asal Kota Banjar, Jawa Barat, yang beberapa waktu lalu kehabisan bekal di Bantul, serta warga Sumatra yang sempat viral di media sosial belum lama ini. “Semalam saja, itu pun harus mengantongi administrasi dan surat pengantar dari instansi terkait,” jelasnya.
Kepala Dinas Sosial Bantul, Sukrisna Dwi Susanta menjelaskan selter penampungan itu juga siap digunakan untuk melindungi berbagai kelompok rentan, mulai dari penyandang disabilitas terlantar, anak dan lansia terlantar, hingga tuna sosial serta korban bencana.
Hanya saja, Sukrisna mengakui tantangan besar dalam hal pelayanan masih ada lantaran jumlah Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) disinyalir terus bertambah, sementara sumber daya yang tersedia belum mampu sepenuhnya memenuhi kebutuhan penanganan.
“Maka kebutuhan akan respons cepat dan perlindungan sosial yang lebih kuat menjadi pekerjaan rumah yang harus terus dioptimalkan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul meminta data kemiskinan diperkuat agar bansos dan program pengentasan kemiskinan lebih tepat sasaran.
Khalyana Zahira, siswi MAN 1 Lubuklinggau, berhasil menjadi Paskibraka Nasional 2026 dan bertugas pada upacara HUT ke-81 RI.
Sri Sultan Hamengku Buwono X menekankan kedaulatan, keadilan, dan kemakmuran harus berjalan beriringan dalam Malam Tirakatan HUT ke-81 RI.
Sebanyak 683 dari 794 BTS terdampak gempa NTT telah pulih. Komdigi mencatat 111 site masih mengalami gangguan.
Simak jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo pada Senin 17 Agustus 2026, lengkap dengan jam keberangkatan dari Tugu dan Kutoarjo.
Sukardi meraih gelar doktor di FH UII setelah meneliti nalar hakim dalam pembuktian kesengajaan ganda pada kasus korupsi kolektif.