Mako Brimob Gunungkidul Mulai Dibangun, Ditarget Rampung Desember
Mako Brimob Polda DIY di pesisir Gunungkidul mulai dibangun. Sebanyak 18 rumah dinas ditargetkan rampung sebelum akhir Desember 2026.
Foto ilustrasi HIV/Aids. - Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Jumlah penderita HIV-AIDS di Kabupaten Gunungkidul tidak hanya terus bertambah, pasalnya juga ada penderita yang dilaporkan meninggal dunia.
Hingga akhir September 2025, sudah ada enam penderita yang dinyatakan meninggal dunia karena penyakit yang menyerang kekebalan tubuh ini. “Yang meninggal sudah mengidap penyakit AIDS dan bukan HIV,” kata Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular dan Zoonosis, Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Gunungkidul, Yuyun Ika Pratiwi, Senin (1/12/2025).
Menurut dia, upaya penanganan terus dilakukan. Salah satu cara untuk menekan angka fatalitas dengan mengimbau kepada para pasien rutin minum obat ARV. Di sisi lain, juga diminta rutin mengecek kesehatan dan cek viral load sehingga tidak terdeteksi menyebabkan terjadinya penularan kasus.
“Minum obat ARV sebagai upaya meningkatkan kekebalan tubuh sehingga kondisi tubuh tetap fit,” katanya.
Yuyun memastikan obat diberikan secara gratis. Adapun identitas pasien juga dijamin kerahasiannya. “Sudah ada aturannya dan jadi SOP sehingga para pasien tetap bisa nyaman saat berobat ke puskesmas atau rumah sakit,” katanya.
Ditambahkan dia, untuk penyebaran kasus di tahun ini cenderung meningkat karena sudah ada 61 kasus baru. Rinciannya, ada 52 kasus HIV baru dan sembilan kasus AIDS baru.
Data ini, kata Yuyun, lebih tinggi ketimbang temuan pada 2024 sebanyak 53 kasus. “Tahun lalu ada 44 kasus HIV baru dan AIDS ada sembilan kasus baru,” katanya.
Menurut dia, tren penambahan kasus masih sangat mungkin terjadi. Pasalnya, data kasus di triwulan akhir 2025 belum masuk dalam catatan penderita HIV-AIDS yang baru.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Ismono, mengatakan upaya memerangi HIV/AIDS tidak hanya dalam penanggulangan dan pencegahan. Pasalnya, juga ada komitmen dari pemkab untuk memberikan perawatan kepada para pasien yang dinyatakan positif agar dapat hidup dengan normal.
Berbagai upaya yang dilakukan, salah satunya memastikan para pasien rutin mengonsumsi obat ARV. Di sisi lain, juga memastikan adanya ketersediaan obat sehingga akses pelayanan bagi penderita dapat terjamin dengan baik.
“Pemenuhan obat harus dijaga karena pengobatan ini sangat penting bagi para penderita HIV/AIDS agar dapat beraktivitas dengan normal,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mako Brimob Polda DIY di pesisir Gunungkidul mulai dibangun. Sebanyak 18 rumah dinas ditargetkan rampung sebelum akhir Desember 2026.
AI mengubah pendidikan tinggi Tiongkok. Ribuan jurusan ditutup atau ditunda, sementara kampus membuka program chip, robotika, dan AI.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang secara resmi meluncurkan perluasan gerakan “Blonjo Warung Tonggo”.
Kapan waktu terbaik membeli tiket pesawat? Simak jarak ideal pemesanan domestik dan internasional serta hari yang bisa dicoba.
Lomba Baris-Berbaris DIY 2026 di Mandala Krida menguji ketahanan pelajar. Simak peserta yang sempat drop hingga daftar juara LBB.
Denmark mengalahkan Wales 2-0 di UEFA Nations League. Gol bunuh diri Ben Davies dan Gustav Isaksen memastikan tiga poin.