Jembatan Tua Kewek Dibongkar Mei, Diganti Struktur Baru
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Foto ilustrasi pemilahan sampah botol plastik - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Kemantren Tegalrejo memperkuat pengelolaan sampah dengan mewajibkan pemilahan sejak sumber serta melarang pembuangan sampah nonresidu ke Depo Utoroloyo mulai 1 Januari 2026 sebagai bagian dari penguatan Gerakan Mas Jogja Pilah Sampah.
Hal ini dibahas dalam koordinasi pengelolaan sampah Depo Utoroloyo yang berlangsung pada Rabu (24/12/2025) dengan melibatkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja, Mantri Pamong Praja (MPP) Tegalrejo, seluruh lurah di Kemantren Tegalrejo, serta para penggrobak sebanyak 42 orang.
“Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk komitmen bersama dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang lebih tertib, berkelanjutan, dan ramah lingkungan di wilayah Kemantren Tegalrejo,” ujar MPP Tegalrejo, Antariksa Agus Purnama.
Dalam rapat koordinasi tersebut, beberapa poin penting menjadi kesepakatan bersama. Pertama, mulai 1 Januari 2026, para penggerobak tidak diperkenankan membuang sampah organik ke Depo Utoroloyo.
Kedua, sampah yang boleh dibuang ke depo hanyalah sampah residu, sedangkan sampah anorganik wajib disalurkan ke bank sampah di masing-masing RW. “Diperlukan ketegasan dari para penggerobak kepada masyarakat yang belum melakukan pemilahan sampah, sebagai bagian dari Gerakan Mas Jos (Masyarakat Jogja Pilah Sampah),” kata dia.
Ketiga, juru pemilah sampah (jumilah) diharapkan membantu pengawasan dan melakukan tindakan berupa pendampingan kepada penggerobak apabila masih ditemukan sampah organik yang dibawa ke depo.
“Keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat, mulai dari rumah tangga, penggerobak, hingga pengelola depo,” tegasnya.
Maka, koordinasi dan komitmen bersama ini diharapkan mampu mengurangi beban depo, meningkatkan kesadaran pemilahan sampah, serta menciptakan lingkungan Kemantren Tegalrejo yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
“Mari kita jadikan momentum ini sebagai langkah nyata menuju perubahan perilaku pengelolaan sampah yang lebih baik demi masa depan lingkungan kita bersama,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Dinas Kebudayaan (Disbud) Bantul kembali menggelar kegiatan Internalisasi Kesejarahan melalui Pembinaan Komunitas.
Harga LPG non-subsidi di Kulonprogo naik sekitar Rp10 ribu per tabung, penjualan mulai menurun di sejumlah pangkalan.
Leo/Daniel naik peringkat BWF usai juara Thailand Open 2026, diikuti perubahan ranking atlet bulu tangkis Indonesia lainnya.
Van Gastel soroti laga tanpa penonton di Liga Indonesia, sambil menikmati musim perdana bersama PSIM Jogja.
Perencanaan dana kurban sejak dini membantu meringankan beban finansial dan membuat ibadah Iduladha lebih teratur dan tenang.