11 Juta Turis Datang, Industri Pariwisata Jogja Kelola Sampah Mandiri
Dinpar Kota Jogja mendorong hotel, restoran dan usaha wisata mengelola sampah mandiri melalui PARAMITA demi pariwisata berkelanjutan.
Wisatawan memadati kawasan Jalan Malioboro, Jogja, pada masa Libur Nataru. - Harian Jogja/Gigih M Hanafi
Harianjogja.com, JOGJA—Destinasi wisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali diserbu wisatawan selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025. Total kunjungan melonjak lebih dari 50 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Dinas Pariwisata (Dinpar) DIY mencatat sebanyak 2.270.228 wisatawan berkunjung ke berbagai destinasi di DIY selama periode 20 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026. Angka ini meningkat signifikan atau sekitar 50,40% dibandingkan libur Nataru 2024 yang tercatat sebanyak 1.513.081 kunjungan.
Kota Jogja menjadi wilayah dengan jumlah kunjungan tertinggi, mencapai 946.191 wisatawan. Disusul Kabupaten Sleman dengan 729.673 kunjungan, Gunungkidul 339.430 kunjungan, Bantul 168.896 kunjungan, dan Kulonprogo sebanyak 73.430 kunjungan.
“Kota Jogja menduduki urutan pertama jumlah kunjungan wisatawan tertinggi selama momen Nataru,” kata Kepala Dinas Pariwisata DIY, Imam Pratanadi, Senin (5/1/2026).
Kunjungan wisatawan ke Kota Jogja mencapai 946.191 kunjungan selama momen tersebut. Setelah itu, kunjungan wisatawan tertinggi disusul kunjungan wisatawan ke Kabupaten Sleman dengan 729.673 kunjungan, Kabupaten Gunungkidul 339.430 kunjungan, Kabupaten Bantul 168.896 kunjungan, dan Kabupaten Kulonprogo 73.430 kunjungan.
Menurutnya ada beberapa destinasi favorit wisatawan selama momen tersebut. Untuk Kota Yogyakarta, kunjungan wisatawan paling banyak berada di Gembira Loka Zoo, Taman Pintar, dan Keraton Jogja. Sedangkan di Kabupaten Sleman, destinasi favorit masih didominasi Kawasan Kaliadem, Candi Prambanan, dan Kawasan Kaliurang.
Destinasi favorit di Kabupaten Bantul berada di Pantai Parangtritis dan Depok, Pantai Baru dan Pandansimo, serta Goa Cemara. Sementara destinasi wisata favorit wisatawan ada di Kabupaten Gunungkidul berada di Pantai Baron dan Watu Lumbung, Watugupit, dan Pantai Gesing. Sementara itu di Kabupaten Kulonprogo, destinasi wisata favorit berada di Pantai Glagah, Pantai Congot, dan Waduk Sermo.
Peningkatan kunjungan ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor internal dan eksternal. “Dari sisi internal, keberhasilan tersebut didorong oleh penguatan citra DIY sebagai destinasi yang aman, nyaman, dan berbudaya, optimalisasi kualitas layanan, serta hadirnya inovasi produk dan atraksi wisata,” katanya.
Dari faktor eksternal, menurutnya, peningkatan kunjungan dipengaruhi oleh keunggulan kompetitif DIY di tengah persaingan antar destinasi, membaiknya daya beli masyarakat, serta dukungan aksesibilitas dan infrastruktur transportasi yang semakin memadai.
Menurutnya peningkatan kunjungan juga dirasakan di sektor akomodasi. Lonjakan kunjungan ini memperkuat posisi DIY sebagai destinasi favorit nasional selama libur panjang.
“Capaian ini menegaskan DIY masih menjadi primadona dan magnet utama pariwisata nasional. Kepercayaan masyarakat merupakan hasil sinergi seluruh pihak dalam menjaga kenyamanan dan daya tarik wisata daerah,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinpar Kota Jogja mendorong hotel, restoran dan usaha wisata mengelola sampah mandiri melalui PARAMITA demi pariwisata berkelanjutan.
Bansos Agustus 2026 mengacu DTSEN. Cek status penerima, desil, serta cara memperbarui dan menyanggah data melalui kanal resmi.
DPRD Gunungkidul mendorong tambahan Rp400 juta untuk dropping air karena alokasi 3.000 tangki diperkirakan habis sebelum kekeringan berakhir.
Pemerintah menyiapkan tanda kehormatan HUT ke-81 RI. Sejumlah menteri masuk daftar calon penerima, termasuk individu berprestasi di bidang teknologi.
PLN UID Yogyakarta menargetkan penambahan 26 SPKLU di DIY hingga akhir 2026. Saat ini sudah ada 33 unit yang terbangun.
Kubu Febrie Adriansyah buka suara soal kematian Sutrimo. Keluarga menyebut almarhum telah lama mengidap diabetes.