Pemkab Kulonprogo Rotasi Pejabat, Susilaningsih Jadi Direktur RSUD Wates
Pemkab Kulonprogo merotasi sejumlah pejabat dan mengisi jabatan kosong dengan mengoptimalkan manajemen talent pool ASN.
Ilustrasi Hotel- Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO—Momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 mendorong keterisian hotel di Kulonprogo mencapai 70 persen, didominasi wisatawan limpahan dari Kota Jogja.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kulonprogo, Sumantoyo, mengungkapkan bahwa selama periode Nataru kali ini, rentang okupansi hotel berada di angka 63 persen hingga 70 persen. Angka ini meningkat tajam dibandingkan hari-hari biasa yang rata-rata hanya mencapai 30 persen hingga 40 persen.
"Pergerakan okupansi di Kulonprogo saat Nataru kemarin dipicu kondisi hotel di Kota Jogja yang sudah membeludak. Karena sulit mencari hotel di sana, wisatawan akhirnya lari ke hotel-hotel di Kulonprogo," ujar Sumantoyo saat dikonfirmasi, Rabu (7/1/2026).
Sumantoyo menegaskan, capaian 70 persen ini sebagian besar disumbang oleh wisatawan yang kehabisan akomodasi di pusat Kota Yogyakarta. Berdasarkan keterangan tamu saat reservasi, banyak dari mereka yang sebenarnya memiliki agenda di Jogja, namun memilih bermalam di Kulonprogo.
"Kami tahu dari alasan para tamu saat reservasi. Meskipun meningkat, capaian ini kami nilai wajar dan belum bisa menyamai okupansi hotel-hotel di Kota Jogja yang peningkatannya jauh lebih signifikan," ucapnya.
Meskipun demikian, jika merujuk pada angka harian di Kulonprogo, tren ini menunjukkan pertumbuhan yang positif. Faktor minimnya event besar di Kulonprogo membuat momen libur panjang seperti Nataru menjadi tumpuan utama bagi para pengusaha hotel.
Sumantoyo menilai, tantangan utama saat ini adalah belum banyaknya destinasi wisata di Kulonprogo yang memiliki daya tarik kuat bagi wisatawan mancanegara maupun domestik. Ia mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo untuk segera membangun destinasi unggulan atau destinasi super prioritas.
Kehadiran Yogyakarta International Airport (YIA) di Kulonprogo seharusnya menjadi peluang besar. Ia berharap wisatawan tidak hanya "numpang lewat" atau sekadar turun di bandara lalu berwisata ke daerah lain.
"Bandaranya ada di Kulonprogo, masa hanya lewat saja? Ini PR bagi Pemkab untuk membuat destinasi yang dapat menarik wisatawan agar mau tinggal lebih lama," tegas Sumantoyo.
Kabar baiknya, selama periode Nataru kemarin, rata-rata lama menginap (length of stay) wisatawan di Kulonprogo mencapai 1,9 atau hampir dua hari. Angka ini lebih baik dibandingkan hari biasa yang rata-rata hanya satu malam saja.
"Length of stay 1,9 ini sudah lumayan bagi kami. Jika capaian ini bisa berlanjut, baik saat high season maupun hari biasa, perputaran uang di Kulonprogo akan menjadi lebih masif," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Kulonprogo merotasi sejumlah pejabat dan mengisi jabatan kosong dengan mengoptimalkan manajemen talent pool ASN.
Jadwal KA Bandara YIA Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia 24 perjalanan. Simak jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap beserta tipsnya.
Jadwal KRL Solo-Jogja dari Palur pada Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkap tiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarifnya Rp8.000.
Indonesia masih berpeluang menambah emas Asian Games 2026 lewat sepak takraw dan padel setelah mengoleksi 35 medali.
KBRI Bangkok mengimbau WNI di Thailand memantau cuaca dan kondisi jalan untuk mengantisipasi banjir hingga 7 Oktober 2026.