Hasto Dorong MPLS Jadi Ruang Bangun Kepercayaan Diri Siswa Baru
Hasto Wardoyo meminta MPLS di Kota Jogja menjadi ruang menghilangkan kecemasan siswa baru, bukan ajang bullying maupun perpeloncoan.
Foto ilustrasi. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Penataan kawasan Terban memasuki tahap lanjutan setelah puluhan penjahit yang sebelumnya beraktivitas di sepanjang Jl. dr. Sardjito resmi menempati bangunan baru di Pasar Terban sejak awal Januari 2026. Relokasi tersebut membuka jalan bagi pengembalian fungsi trotoar yang selama ini digunakan untuk kegiatan berdagang.
Kelurahan Terban menjadwalkan pembongkaran lapak semi permanen milik penjahit pada rentang 20–24 Januari 2026. Langkah ini menjadi bagian dari upaya penertiban ruang publik sekaligus penataan kawasan perkotaan di wilayah Gondokusuman.
Lurah Terban, Sigit Kusuma, menjelaskan pembongkaran dilakukan terhadap bangunan lapak yang telah lama berdiri di kawasan tersebut. Menurutnya, target penertiban ditetapkan agar seluruh area bisa dibersihkan sesuai jadwal.
“Target kami semua bersih [pada kurun waktu tersebut],” katanya, Selasa (20/1/2026).
Ia menyebutkan terdapat 76 lapak penjahit yang akan dibongkar. Seluruh lapak tersebut mayoritas berbahan triplek sehingga proses pembongkaran dinilai relatif mudah. Untuk mempercepat pekerjaan, Kelurahan Terban akan mengerahkan alat berat.
Selain di Jl. dr. Sardjito, penertiban juga dilakukan terhadap lapak pedagang kaki lima di kawasan Jl. Kahar Muzakir dan Cik Di Tiro. Di dua ruas jalan tersebut, sebelumnya terdapat pedagang yang menjual buku hingga aneka kuliner.
Berdasarkan pendataan kelurahan, total pedagang yang menempati puluhan lapak di kawasan Terban mencapai sekitar 200 orang. Seluruh pedagang tersebut telah dipindahkan ke bangunan baru Pasar Terban sejak awal Januari 2026.
Sigit menambahkan, setelah pembongkaran rampung, pemerintah kelurahan akan mengembalikan fungsi trotoar sebagaimana mestinya, yakni untuk pejalan kaki. Ia berharap tidak ada lagi pedagang kaki lima yang kembali berjualan di area tersebut.
Sementara itu, Ketua Paguyuban Pinang Perak, Markoni, mengaku para penjahit mulai menempati lapak baru di Pasar Terban sejak pertengahan Januari 2026. Ia menyatakan pihaknya mengikuti kebijakan relokasi yang ditetapkan pemerintah, meskipun mengakui sebelumnya telah melanggar aturan dengan memanfaatkan trotoar untuk berdagang.
Ia berharap aktivitas perdagangan di Pasar Terban ke depan dapat berjalan lebih baik dan memberikan dampak positif terhadap penjualan para penjahit.
“Harapan kami sebenarnya tidak mau pindah, tapi karena diminta pindah ya mau bagaimana lagi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hasto Wardoyo meminta MPLS di Kota Jogja menjadi ruang menghilangkan kecemasan siswa baru, bukan ajang bullying maupun perpeloncoan.
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.
Jadwal DAMRI Jogja ke Bandara YIA 2026 lengkap dengan tarif dan titik keberangkatan. Cek rute dan jam terbaru di sini.
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya hari ini berdasarkan data resmi KAI Access.
BMKG prediksi cuaca DIY Jumat (17/7) cerah berawan. Waspada udara kabur di Sleman & Kulonprogo, suhu 20-32°C. Simak info lengkapnya di sini.
Orang tua kini dituntut untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak buruk penggunaan media sosial serta potensi gangguan kesehatan mental