Bantul Usulkan 1.000 RTLH ke Kementerian PKP untuk Dibantu pada 2027
Pemkab Bantul mengusulkan sekitar 1.000 rumah tidak layak huni kepada Kementerian PKP untuk mendapat bantuan rehabilitasi pada 2027. Sebanyak 500-600 unit.
Maryati pedagang beras saat di temui di Pasar Bantul. Kiki Luqman
Harianjogja.com, BANTUL–Penyaluran bantuan pangan seperti beras ke masyarakat miskin berdampak pada penurunan omzet pedagang beras di Bantul.
Salah seorang pedagang beras di Pasar Bantul, Maryati, mengaku menanggung kerugian akibat penurunan omzet. Dia harus menerima kenyataan penjualannya terus menurun.
Perempuan berusia 71 tahun itu mengaku rugi karena pembeli yang datang ke kiosnya semakin sedikit setelah banyak warga memperoleh bantuan beras dari pemerintah. "Sekarang yang beli cuma satu sampai dua orang setelah banyak bantuan beras dari pemerintah," keluhnya, Selasa (2/9/2025).
BACA JUGA: Prabowo Ingatkan Aksi Demo Harus Berizin, Selesai Pukul 18.00
Padahal, sebulan sebelumnya Maryati masih bisa melayani sekitar lima orang pembeli setiap hari. Jumlah itu kini merosot tajam sehingga berdampak langsung pada pendapatan.
"Sebelumnya itu sehari bisa lima orang. Rugi sebenarnya, pembelian beras di kios saya berkurang," ujarnya.
Meski kondisi pasar sepi dan harga beras naik, Maryati tetap bertahan tidak menaikkan harga. Ia masih menjual beras jenis C4, mapan, dan metik wangi dengan harga antara Rp13.000 hingga Rp16.000 per kilogram.
"Tidak ada kenaikan harga, stoknya juga normal," katanya.
BACA JUGA: Dilempar Bom Molotov, Polisi Tembak Gas Air Mata ke Unisba Bandung
Sebelumnya diketahui, Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUKMPP) Bantul, Prapta Nugraha, menyampaikan bahwa harga eceran tertinggi (HET) beras memang sudah naik berdasarkan kebijakan pemerintah, dari Rp12.500 menjadi Rp13.500 per kilogram.
"Kita akan lakukan survei, kan hanya menaikan HET," jelasnya.
Menurut Prapta, penyesuaian harga beras medium maupun premium tidak akan mengganggu pasokan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Bantul mengusulkan sekitar 1.000 rumah tidak layak huni kepada Kementerian PKP untuk mendapat bantuan rehabilitasi pada 2027. Sebanyak 500-600 unit.
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya hari ini berdasarkan data resmi KAI Access.
BMKG prediksi cuaca DIY Jumat (17/7) cerah berawan. Waspada udara kabur di Sleman & Kulonprogo, suhu 20-32°C. Simak info lengkapnya di sini.
Orang tua kini dituntut untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak buruk penggunaan media sosial serta potensi gangguan kesehatan mental
udaya membaca dinilai menjadi bekal penting bagi masyarakat untuk menghadapi derasnya arus informasi di era digital
Bekalista resmi diluncurkan di Malioboro. Sebanyak 80 becak kayuh listrik disiapkan dengan skema tukar guling bentor secara bertahap.