Bursa Pilur Gunungkidul Diramaikan 3 PNS, Izin Cuti Sudah Terbit
Tiga PNS Pemkab Gunungkidul maju dalam Pilur 2026. Seluruhnya telah mengajukan cuti sesuai aturan sebelum ditetapkan sebagai calon lurah.
Foto ilustrasi wadah MBG. - Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kasus dugaan keracunan makanan yang menimpa puluhan siswa dan guru SMP Muhammadiyah Playen seusai mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kapanewon Playen, Gunungkidul, langsung direspons Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan komitmen investigasi dan kesiapan bertanggung jawab atas dampak yang muncul.
Dugaan keracunan ini mencuat setelah sejumlah siswa dan tenaga pendidik mengalami gangguan kesehatan secara beruntun seusai menyantap menu MBG yang dibagikan pada Jumat (23/1/2026) sore. Berdasarkan pendataan internal sekolah, total korban mencapai puluhan orang, terdiri atas siswa dan guru.
Kepala SMP Muhammadiyah Playen, Dwi Riastuti, mengungkapkan dirinya turut menjadi bagian dari korban dugaan keracunan tersebut, bersama delapan guru lainnya dan 48 siswa. Kondisi ini membuat aktivitas pembelajaran di sekolah terdampak karena sebagian siswa belum dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar.
“Masalah ini sudah kami koordinasikan dengan Dinas Pendidikan. Hingga sekarang, juga masih ada sejumlah murid yang belum masuk sekolah,” kata Dwi, Selasa (27/1/2026).
Ia menjelaskan, menu MBG yang dikonsumsi pada Jumat sore terdiri atas nasi, ayam lada hitam, tahu goreng, timlo kering, serta buah kelengkeng. Selain menu utama, sekolah juga menerima jatah makanan kering untuk hari Sabtu, mengingat hari tersebut merupakan hari libur.
Paket makanan kering tersebut berisi susu UHT, telur asin, roti, dan pisang. Dwi menuturkan, para guru ikut mengonsumsi menu kering tersebut bersama siswa agar tidak terbuang percuma.
“Para guru dan saya ikut mengonsumsi karena ada anak-anak yang makan menu kering. Jadi, ketimbang mubazir, maka kami ikut menyantapnya,” ujarnya.
Berdasarkan penelusuran pihak sekolah, gejala yang mengarah pada dugaan keracunan mulai terlihat sejak Jumat sore, khususnya pada sejumlah siswa. Kondisi tersebut berlanjut hingga hari-hari berikutnya dan berdampak lebih luas pada tenaga pendidik.
“Gejalanya ada yang mual-mual, pusing-pusing, panas hingga badan gembreges. Puncaknya, pada Senin [26/1/2026] ada 38 siswa yang tidak masuk kelas dan enam anak izin pulang cepat karena mengalami diare,” kata Dwi.
Sementara itu, Kepala SPPG Playen yang berlokasi di Kalurahan Logadeng, Rama Jatu, mengonfirmasi telah menerima laporan dugaan keracunan akibat menu MBG tersebut. Menurutnya, SPPG langsung melakukan pendataan terhadap siswa dan guru yang terdampak sebagai langkah awal penanganan.
“Kami akan lakukan investigasi dan tentunya kami siap bertanggung jawab apabila para korban benar keracunan karena MBG,” kata Rama.
Ia menegaskan, SPPG berkomitmen menjalankan program Makan Bergizi Gratis sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku, serta terus berupaya meningkatkan kualitas layanan agar kejadian serupa tidak terulang. “Ada SOP-nya dan itu akan terus kami patuhi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tiga PNS Pemkab Gunungkidul maju dalam Pilur 2026. Seluruhnya telah mengajukan cuti sesuai aturan sebelum ditetapkan sebagai calon lurah.
Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri membongkar peredaran permen yang mengandung narkotika golongan I jenis delta-9-tetrahydrocann
UNICEF mencatat 3,7 juta anak Afghanistan mengalami malnutrisi akut, termasuk sekitar 1 juta anak dengan gizi buruk berat.
Eugene Panji meninggal dunia di usia 52 tahun. PB PARFI mengenang sutradara berbakat itu lewat karya film, video musik, dan kiprah sosialnya.
Harga pangan 26 Agustus 2026, cabai rawit merah Rp64.100 per kg dan telur ayam Rp28.800 berdasarkan data PIHPS Nasional.
Daftar harga BBM terbaru 26 Agustus 2026 di Pertamina, Shell, BP-AKR, dan Vivo. Pertamax turun menjadi Rp15.950 per liter.